Minggu, 19 Juli 2026
 
Pelangi di Mars” Hadir di Bioskop, Film Fiksi Ilmiah Indonesia dengan Misi Selamatkan Bumi

Derry |
Rabu, 25 Maret 2026 - 17:16:11 WIB 👁 631
Foto: ist
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU, Riaueksis.com – Film fiksi ilmiah keluarga bertajuk Pelangi di Mars resmi tayang di bioskop Cinema 21 sejak 18 Maret 2026. Mengusung kisah petualangan di planet merah dengan misi penyelamatan Bumi, film garapan Upie Guava ini tak hanya menyajikan visual futuristik, tetapi juga menyisipkan sentuhan budaya lokal melalui karakter robot Batik yang unik dan inspiratif.

Film ini bermula ketika Bumi di tahun 2100 mengalami krisis air bersih. Manusia memutuskan untuk pindah ke planet Mars. Pada masa koloni menetap di Mars, seorang bayi perempuan lahir di planet merah tersebut, bernama Pelangi.

Ketika koloni manusia memutuskan untuk kembali ke Bumi, Pelangi tertinggal oleh rombongan. Ia bersama robot kepercayaannya, Batik, berpetualang di planet Mars tersebut mencari batu zeolit omega yang berfungsi untuk memurnikan air di Bumi.

Dalam perjalanannya, selain di temani Batik, Pelangi bertemu dengan sejumlah robot yang sudah lama ditinggalkan koloni manusia Mereka berkelana mencari keberadaan batu zeolit omega dan melawan pasukan Nerotex.

Sepintas filim "Pelangi di Mars", mirip dengan film "Wall-E" keluaran rumah produksi Pixar Amerika Serikat di tahun 2008.

Namun, film ini menjadi film fiksi ilmiah Indonesia pertama dengan menggunakan  teknologi Extended Reality (XR) dan metode produksi hybrid yang menggabungkan pengambilan gambar nyata dengan lingkungan virtual tiga dimensi.

"Kita tahu kalau film seperti ini membutuhkan teknologi digital maju. Inspirasi awal kita itu dari film "Star Wars". Itu masih baru, dan kita belajar dari YouTube," kata Sutradara film "Pelangi di Mars" Upie Guava, Senin (23/3) saat menghadiri peluncuran film tersebut di Cinema 21, Mall SKA Pekanbaru.

Upie menuturkan tantangan yang dihadapi saat membuat film fiksi ilmiah tersebut. Produksinya banyak melibatkan generasi muda pecinta teknologi digital.

"Waktu itu khan lagi zaman COVID-19, khan. Nah, daripada kita nganggur maka kita belajar pembuatan film dengan teknologi XR ini. Kita libatkan generasi muda yang memang hobi dengan teknologi digital. Memang memakan waktu lama, namun seperti yang kita lihat hari ini, jadilah film "Pelangi di Mars" ini," kata Upie lebih lanjut.

Ia berharap dari film ini, generasi muda Indonesia berani bermimpi untuk bercita-cita lebih tinggi.

"Pesan saya ke generasi muda Indonesia, khususnya di Pekanbaru agar berani bercita-cita lebih tinggi. Di masa depan, Indonesia akan memiliki astronot dan pesawat luar angkasa yang canggih dan teknologi maju," tutupnya mengakhiri jumpa pers singkat bersama media di Pekanbaru.***

 






Berita Lainnya :
 
  • Pemprov Riau Gelar Nobar Akbar Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Gratis
  • ABPEDNAS Apresiasi Pengabdian BPD Purwakarta Periode 2019-2027: "Pengabdianmu Adalah Catatan Sejarah Dan Ibadah"
  • Pemprov bersama Lembaga Riset Singapura BahasTata Kelola Lingkungan dan Karhutla di Riau
  • Warga Kaget Temukan Mayat Pria  Mengapung Di Sungai Siak
  • Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO
  • Panen Perdana Padi Zakat Produktif di Siak, Mustahik Didorong Menjadi Petani Mandiri.
  • Terima Audiensi PHR, Bupati Kasmarni Dorong Peningkatan Peran Tenaga Kerja Lokal dan Program Pemberdayaan Masyarakat
  • Pemko Pekanbaru Luncurkan Bus Sekolah Gratis, DPRD Minta Jangkauan Rute Diperluas
  • Penutupan Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik Raja Ali Kelana 2026 Tinggal Beberapa Hari Lagi
  •  
     
     
    >> Berita Terpopuler
    Jumat, 14 Januari 2022 - 18:05 WIB
    Gempa Goncang Jakarta, Warga Sempat Panik
    Senin, 05 Desember 2022 - 21:05 WIB
    Camping di Desa Gema serasa di New Zealand
    Selasa, 15 November 2022 - 20:44 WIB
    4 Jenis Pinjaman FIF Finance Beserta Kelebihannya
    Kamis, 10 Februari 2022 - 12:47 WIB
    Ini Penyebab Harimau Mengganas di Indragiri Hilir
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved