Senin, 31/08/20
 
Mengira Bisa Dimakan, Seorang Pria Tewas Keracunan Setelah Makan Katak di Korea

Ditma | Internasional
Sabtu, 22/04/2017 - 13:35:06 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 
SEOUL, Riaueksis.com -  Masyarakat Korea dikenal suka berpetualang dalam hal makanan. Salah satu jenis makanan eksotik yang menjadi kegemaran sebagian orang Korea adalah katak. 

Namun kabar terbaru menyebut seorang pria asal Korea Selatan dilaporkan meninggal setelah makan katak. Awalnya pria ini dan teman-temannya menangkap lima ekor katak di sebuah waduk di Daejeon. 

Dilansir dari detik, mengira itu adalah jenis katak yang bisa dimakan, yaitu bullfrog, maka mereka sengaja membawanya pulang lalu memasaknya beberapa hari kemudian.

Tak berapa lama setelah memakan katak tersebut, pria yang diketahui berusia 57 tahun itu mulai muntah-muntah dan dilarikan ke rumah sakit. Namun keesokan paginya, ia dilaporkan meninggal dunia.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bufotenin di sisa makanan pria tersebut. Bufotenin adalah jenis racun yang ditemukan pada tubuh katak.

Media setempat Yonhap menyebut, di antara kelima katak yang ditangkap, beberapa di antaranya adalah jenis katak yang mengandung bufotenin dan kebetulan mirip dengan bullfrog, sehingga dikira bisa dimakan.

Selain pria ini, rekan-rekannya sebenarnya juga memperlihatkan gejala keracunan yang sama namun mereka berhasil bertahan hidup.

Beberapa jenis katak memang akan mengeluarkan racun tertentu lewat kulitnya jika merasa terganggu atau berada dalam bahaya.

Ironisnya, bufotenin bisa berakibat fatal jika tertelan dalam jumlah besar. Menariknya, bufotenin juga bisa menjadi semacam narkoba alami karena mampu memberikan efek 'high' serta halusinasi. Demikian seperti dilaporkan BBC.

Saat mengalami keracunan makanan, ada beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi untuk mengurangi efek toksinnya, setidaknya sebagai pertolongan pertama. Menurut dr Fajar Pradhana Putra dari RSUD Prof Dr MA Hanafiah Batusangkar, susu adalah salah satu jenis makanan yang dimaksud.

Hal ini karena susu dapat mengikat racun. "Kalau seorang pasien makan makanan yang nggak baik untuk dimakan itu kan awalnya sakit perut dulu, baru mual, abis itu muntah. Pas sakit, minum susu itu mengikat racun dan biasanya pasien akan muntah lagi. Nah racun-racun itu bisa terbuang bersama susunya," jelas dr Fajar, dilansir dari detik beberapa waktu lalu.

Akan tetapi ini hanya bersifat sementara. Sebab ketika sudah dimuntahkan, pasien biasanya mengalami dehidrasi sehingga harus segera mendapatkan pertolongan medis. (der)





Berita Lainnya :
 
  • Sambangi warga Rumbai pesisir, Personil Direktorat Binmas Polda Riau Sosialisasi Bahaya Narkoba ke kawula muda
  • 10 Ribu Pelari dari Berbagai Daerah Meriahkan Riau Bhayangkara Run 2024
  • Semarak HPN 2024, Sepuluh Grup Randai Hibur Masyarakat Kuansing
  • Tim Putra Polres Siak Juara di Final Turnamen Voli Kapolda Riau Cup 2024
  • Kejutan-kejutan SF Hariyanto Jelang Pilgub
  • SSDM Polri Raih Penghargaan Pelayanan Prima Versi PEKPPP Nasional
  • Dirlantas Polda Riau Selaku Ketua Pelaksana Event RBR Gelar Talk Show Bersama Kemenparekraf
  • Lantik PWI Inhu, Raja Isyam : Jaga Nama Baik Organisasi dan Laksanakan Tugas Sesuai Aturan
  • SKK Migas Perkuat Kolaborasi dengan Pemprov Riau Untuk Tingkatkan Produksi
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved