Sabtu, 17 Januari 2026
 
"Komunis sudah Masuk Hampir Seluruh Sendi Bernegara"

|
Selasa , 12 Januari 2022 - 09:08:34 WIB
Letjen (Purn) Yayat Sudrajat. (Internet)
TERKAIT:
   
 
JAKARTA, Riau Eksis.com- Letjen (Purn) Yayat Sudrajat mengatakan, untuk saat ini komunis telah masuk hampir seluruh pada sendi bernegara bangsa Indonesia dengan terlihat ada pernyataanya Ribka Tjiptaning bangga menjadi anak PKI.

“Sebagai orang intelijen yang sekarang sudah bebas bicara. Saya mengatakan bahwa, ancaman komunis itu bukannya kebangkitan lagi. Namun, sudah masuk hampir ke seluruh sendi bernegara kita,” kata Letjen (Purn) Yayat Sudrajat.

Hal ini disampaikannya mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais), diketika menjadi saksi ahli atas terdakwa Anton Permana, Senen (10/1/22), Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

Yayat menyebutkan, bahwasa ideologi komunis ini tidak pernah mati walaupun itu PKI sudah dibubarkan negara. “Perlu dicatat, PKI boleh dibubarkan. Tapi yang namanya ideologi itu, tidak akan pernah mati,” paparnya.

Komunis sudah masuk hampir seluruh sendi bernegara, sebut Yayat, berdasar pernyataan Ribka Tjiptaning yang juga anggota DPR RI mengaku bangga jadi anak PKI. Inikan menjadi gambarannya bahwa PKI itu ada.

“Atas pengalaman dan pengamatannya saya yang sebagai mantan prajurit dan intelijen. Dimana ini dengan bangkitnya China komunis saat ini. Maka itu, China mulai menggangu kedaulatan Indonesia di Laut China Selatan,” jelas Yayat. 

Dilansir suaranasional.com. Kata Yayat, selain itu, ada upaya pelemahannya TNI secara sistematis yang sehingga dapat memunculkan kecemburuan prajurit di tingkat bawah, khususnya dalam dunia intelijen dan pertahanan disebut perang asimetris. 

"Atau istilahnya Pak Gatot, diketika jadi Panglima TNI dinamakan dengan Proxy War. Artinya itu menurut pendapat saya, saat ini memang sedang adanya terjadi pendegradasian atau pelemahan peran TNI secara sistematis," katanya.

Hal ini, katanya yang bisa menimbulkan kecemburuan itu pada tataranya prajurit bawah. Atau istilahnya semua ibarat api didalam sekam, tinggal pemantik maka akan berbahaya dampaknya. Semuanya itu harus diwaspadai. (Der)





Berita Lainnya :
 
  • SKK Migas Sumbagut Terima Kunjungan PWI Riau, Perkuat Sinergi Informasi 
  • Simposium SMSI Tegaskan Pilkada Melalui DPRD sebagai Bentuk Demokrasi Pancasila
  • Antisipasi Karlahut, Koramil Mandau Giat Patroli Pantau Kawasan Rawan Terbakar
  • Dua Pria Berhasil Ditangkap,Kapolsek Rokan IV koto, IPTU Dodi Ripo Saputra: Ini Komitmen Kami Berantas Narkoba
  • Komisi I DPRD Riau Segera Bentuk Pansel untuk Gesa Seleksi KI dan KPID
  • Tahun Ini Pemprov Riau Mulai Bebaskan Lahan Flyover Simpang Panam
  • Pemko Pekanbaru Buka Persimpangan Jalan Nangka - Paus  Untuk Urai Kemacetan
  • Tampil Cantik Dengan Kebaya Laboh Kekek, IKWI Riau ikut sukseskan  Rekor Muri Tari Zapin 
  •  
     
     
    >> Berita Terpopuler
    Jumat, 14 Januari 2022 - 18:05 WIB
    Gempa Goncang Jakarta, Warga Sempat Panik
    Senin, 05 Desember 2022 - 21:05 WIB
    Camping di Desa Gema serasa di New Zealand
    Kamis, 10 Februari 2022 - 12:47 WIB
    Ini Penyebab Harimau Mengganas di Indragiri Hilir
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved