Senin, 31/08/20
 
Mau Membuka Usaha Warung Kopi? Ingatlah 6 Tips Ini Agar Usaha Anda Tersebut Selalu Ramai

muh | LifeStyle
Jumat, 03/02/2017 - 17:54:04 WIB
Warung kopi lesehan pakai-ilustrasi
TERKAIT:
   
 
Pekanbaru (RiauEksis.Com) - Saat ini, salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan adalah membuka usaha kuliner. Salah satunya warung kopi.

Menjamurnya warung kopi atau kedai kopi, bukan hanya di kota-kota besar saja, tapi hampir di seluruh pelosok negeri. Dan persainganya pun begitu ketat.

Nah, jika Anda tertarik untuk menggeluti bidang usaha tersebut , tentunya Anda harus mengingat 6 tips ini. Tujuannya agar usaha warung kopi Anda selalu ramai pengunjung atau pembeli.

1. Produk : Enak, Tidak Enak?

Tentu yang pertama harus dikoreksi dan dipersiapkan adalah produk/minuman/makanan yang Anda jual. Karena bisnis Anda adalah berjualan, jadi sudahkah makanan/minuman yang Anda hidangkan nanti sudah layak untuk dikonsumsi pembeli?

Anda harus melakukan riset, ajak teman atau saudara untuk mencicipi dagangan Anda. Kemudian mintalah pendapatnya, kira-kira enak apa tidak.

Ajaklah beberapa orang, karena lidah orang beda-beda. Paling tidak mintalah pendapat dan masukan dari sepuluh orang. Jika 7 dari 10 orang mengatakan enak dan layak dijual, maka langkah pertama Anda sudah lolos.

Kalau rasa racikan kopi yang Anda buat belum enak, Anda wajib belajar sampai menemukan sajian kopi yang bisa membuat orang ketagihan.

Oh iya, jangan lupa menyuruh teman/saudara/orang lain yang mencicipi produk Anda tadi untuk mengatakan yang sejujurnya. Kalau enak, ya enak. Kalau tidak enak, ya tidak enak. Karena bisa jadi mereka sungkan mengatakan kalau memang produk Anda tidak enak. Anda pasti mengerti maksudnya, kan?

2. Harga : Pantasnya Berapa?

Siapapun pasti tahu kalau harga sangat-sangat berpengaruh. Bahkan jangan-jangan Anda sendiri pernah kesal sewaktu ke kedai atau warung kopi (yang tanpa menyediakan harga menu) saat hendak membayar, harganya tidak masuk akal, mahal! Seketika Anda langsung menyumpahi "nggak bakal deh jajan di sini lagi!"

Kembalikan ke diri Anda. Posisikan Anda juga sebagai pembeli. Berikan harga yang sesuai dengan apa yang pembeli dapatkan di warung kopi Anda.

Sesuaikan dengan lokasi juga. Jika tempat Anda di lokasi yang cukup strategis dan semua orang tahu bahwa lokasi ini memang mahal, harga dinaikkan sedikit tidak masalah. Yang penting, carilah untung sewajarnya, senormalnya dari banyaknya kunjungan pembeli.

Ingat, jangan pernah menaikkan harga karena warung Anda sepi dan butuh mengembalikan modal secepatnya. Percayalah, orang akan menyumpahi, mereka sebagai pembeli tidak akan kembali lagi ke tempat Anda. Bahkan pelangganpun satu-persatu akan hilang.

3. Lokasi : Dimana Yang Cocok?

Poin yang ini sudah disinggung sedikit di atas. Ya, lokasi. Pernahkah Anda malas membelokkan kendaraan saat ingin mampir ngopi? Nah, hal ini bisa jadi karena tidak ada parkiran yang cukup luas, tidak terjangkau kendaraan (gang sempit) atau letaknya di pinggir jalanan penuh macet. Sudah pasti orang akan enggan mampir, kecuali kalau sudah menjadi pelanggan setia.

Posisikan juga diri Anda sebagai pembeli. Dari penjelasan di atas, Anda pasti mengerti maksudnya, Anda tidak akan mampir ke warung tersebut karena lokasinya yang tidak strategis.

Kalaupun mampir juga karena terpaksa kan?. Karena paksaan ajakan teman misalnya, dan selanjutnya Anda akan malas berkunjung lagi.

Jadi, buat Anda yang ingin memulai usaha ini, janganlah tergesa-gesa dulu. Carilah tempat yang strategis, nyaman, ada lahan parkir, dan mudah dijangkau oleh siapa saja. Nah, Anda sekali lagi ditekankan mencari lokasi yang mudah dijangkau oleh siapa saja. Bukan di tengah hutan.

4. Kenyamanan : Nyaman Yang Bagaimana?

Kadang pembeli datang ke warung atau kedai kopi hanya untuk bersantai. Seperti si "A", misalnya. Kadang si "A" tidak membutuhkan rasa dari makanan atau minuman yang dijual di warung tersebut, tapi kenyamanan. Nyaman, mencari adanya ketenangan setelah lelah dengan rutinitas.

Sekali lagi anggap Anda sebagai pembeli. Anda tidak akan nyaman jika mendengar musik terlalu keras yang diputar oleh si pemilik warung. Jangankan ngobrol panjang bersama kawan, mengucap beberapa kata saja, suara Anda sudah hilang ditelan kerasnya musik.

Banyak sekali dijumpai warung atau kedai kopi seperti ini. Ingat, tidak semua orang menyukai genre musik yang Anda putar, tidak semua orang suka musik. Jangan picik, jika Anda ingin menyuguhkan musik, sesuaikanlah dengan telinga Indonesia yang mengglobal. Kecuali warung Anda khusus untuk pecinta musik cadas, sah-sah saja.

Orang ke warung/kedai kopi tidak hanya untuk minum atau makan. Banyak tujuanya, terutama nongkrong dan "mengobrol" membahas ini itu.

Jadi, jangan merusak obrolan mereka dengan hal seperti di atas. Jujur, jika berisik karena musik yang terlalu keras saat ngopi, tentunya tidak nyaman. Ini kedai kopi, bukan diskotik!

Sebenarnya banyak hal yang harus Anda perhatikan tentang kenyamanan. Tapi hal yang diuraikan diataslah yang paling membuat pengunjung tidak nyaman. Kalau tidak nyaman, mana mungkin mereka akan kembali lagi ke warung kopi Anda sebagai pelanggan?

5. Pelayanan : Melayani Apa?


Ini adalah bagian yang juga sangat penting bagi Anda yang mau membuka usaha warung/kedai kopi. Bagi yang sudah menjalani pun juga penting. Pelayanan Anda harus baik terhadap pelanggan, karena seperti kata pepatah "pelanggan adalah raja". Jadi, dari pelangganlah Anda mendapat nafkah (rezeki).

Pernahkah Anda melihat penjual yang lelet?, suka mengolor waktu jika ada pembeli yang memesan makanan atau minuman. Tentu pernah dan bahkan sangat sering, malah di tinggal main game.
Dengen mengatakan "tunggu mas, tunggu bentar ya", si penjual masih berkutat dengan game di smartphone. Kalau Anda sebagai pembeli, bagaimana?, kesalkan?

Pernahkah Anda membayar dengan uang besar (lembaran seratus ribu rupiah) saat ngopi?, dan kemudian si penjual berkata "apa nggak ada uang pas?, ngggak ada kembalianya". Dan mimik wajahnya agak kesal.

Tentunya Anda pernah menemui fenomena ini, dan diri Anda membatin dengan mengatakan" Kalau ada uang kecil saya, nggak mungkin mecah uang besar!".

Perlu Anda ketahui, sekitar 70 persen  wajah penjual-penjual itu saat mengatakan hal tersebut, pasti tidak enak dilihat. Sebagai pembeli, pasti membatin lagi dengan mengatakan "Salah sendiri jualan nggak niat, uang kembalian nggak di siapkan!" Tentunya pembeli akan risih dan tak akan kembali lagi.

Anda sebagai penjual/atau Anda yang sudah merekrut pegawai, usahakanlah tersenyum, layani pembeli sebaik mungkin. Jangan mentang-mentang usaha Anda sudah ramai, lalu Anda mengabaikan poin tentang pelayanan.

Jika tak ramah dan mengabaikan pelayanan, pelanggan Anda dijamin akan kabur, dan bisa jadi membawa kabar kepada pelanggan Anda yang lainnya bahwa di warung kopi Anda pegawainya tidak ramah, wajahnya cemberut, dan segala hal yang negatif dari pelayanan Anda.

6. Fasilitas : Harus Gratis!

Salah satu penunjang untuk meramaikan warung kopi adalah memberikan fasilitas. Apa saja? bisa toilet. Pembeli tidak harus bingung jauh-jauh mencari toilet umum di daerah kedai kopi Anda. Mereka juga tidak perlu pulang dan mereka tentunya akan merasa nyaman.

Wifi dan televisi, sekarang ini juga sangat wajib disediakan oleh pelaku bisnis warung kopi. Kenapa?, karena saat ini hidup di era internet. Melalui internet, segalanya mudah, dunia bagai genggaman.

Kalau warung kopi Anda menyediakan fasilitas ini, yakinlan akan lebih ramai pelanggan Anda. Jujur, kebanyakan orang saat ini akan memilih mampir ke warung kopi yang menyediakan fasilitas tersebut, semata-mata untuk menghemat kuota paket internet di Smartphone.

Oh iya, jangan lupa pula sediakan terminal/colokan listrik agar pelanggan Anda betah berlama-lama dan kemungkinan besar akan menambah pesanannya lagi.

Oke ya. Itulah 6 point tips agar warung kopi Anda selalu ramai pembeli. Ringasnya, selalulah memposisikan diri Anda sebagai pembeli agar Anda bisa mengerti keinginan hati sang pelanggan. Jika banyak pelanggan dan pembeli, maka Anda akan semakin banyak mendapatkan pundi-pundi. "Selamat mencoba dan sukses selalu". (re)



sumber: mediaceloteh.com






Berita Lainnya :
 
  • WWF Aman dan Kondusif, Menteri PUPR Apresiasi Pengamanan TNI-Polri
  • Ribuan Peserta, Pendaftaran ke Universitas Al-Azhar, Masih Dibuka Hingga 24 Mei 2024
  • Upacara Harkitnas di Blok Rokan, Manajemen PHR Tegaskan Semangat Tingkatkan Produksi untuk Ketahanan Energi Nasional
  • Ada Penyelenggaraan WWF ke-10, Pelaku UMKM di Bali 'Kecipratan' Dampak Positifnya
  • Pahami Konsep Kajian Ranperda, Tim Pansus BLJ Bertukar Pikiran bersama Biro BUMD Bandung
  • Kembalikan Berkas Bacalon Ketum HIPMI Bengkalis, Arsya Bertekad Wujudkan HIPMI Bermasa
  • Ditpolairud Polda Bali Siagakan Dua Kapal dan Tiga Helikopter Amankan KTT WWF
  • Pelajari Analisis Resiko, Tim Pansus BPBD Studi Banding ke Kab. Bantul
  • PHR Pamer Inovasi Digitalisasi di IPA Convex 2024
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved