Senin, 31/08/20
 
Tulisan Bebas
Video Editor: Sang Maestro Dibalik Megahnya Layar Sinema

Ditma | LifeStyle
Senin, 28/11/2016 - 07:16:06 WIB
Ilustrasi Sinematografi
TERKAIT:
   
 
PEKANBARU, Riaueksis.com - Assalamu'alaikum wr wb, salam sejahtera semuanya! admin Riaueksis.com kali ini akan berbagi hal menarik seputar sinematografi. Nah, topik kali ini adalah tentang Video Editor. Kenapa Editor? Karena Admin juga seorang video editor. 

Dangkal ya? biarin, mwahahahahaha....

Kembali ke topik, Editor Video bisa dibilang adalah salah satu dari banyak maestro yang bekerja dibalik layar yang meramu dan menggabungkan elemen-elemen penting dalam sebuah karya. 

Related image


Tugas & Peran Editor Video


Jadi sebenarnya tugas seorang video editor (fyi, kalau Bahasa Indonesianya Editor Video) itu apa sih? ya editing atau mengedit video lah. Apa itu editing video? menurut admin pribadi, editing video adalah sebuah proses memotong, merangkai/menyusun dan mereka ulang video, memberi transisi antar video, koreksi & grading warna, memberi sound effect atau backsound, memberikan title/informasi berupa teks, dan memastikan bahwa video hasil akan bisa dinikmati/dimengerti oleh penonton. Biasanya, Video Editor bekerja dengan panduan berbentuk naskah atau skenario.

Editing video merupakan salah satu bagian dari proses panjang pembuatan segala macam video, baik itu berupa film/film pendek, video iklan, video profil, wedding mantan, aqiqah anak mantan dan lain sebagainya.


Image result for video editor premiere cc
contoh editing video menggunakan Adobe Premiere Pro CC

Perlengkapan-perlengkapan Editor Video 

Seperti kebanyakan pejuang sinematografer lainnya, seorang video editor juga memiliki senjata, yaitu skill, pengalaman, imajinasi, kreatifitas tanpa batasss, spesifikasi komputer yang memadai, software editing video, dan niat.....ya,  niat....

Berbicara tentang software editing, beberapa produk software kualitas bagus biasanya dibanderol dengan harga tinggi dari perusahaan developernya. Contohnya, Software yang admin gunakan sendiri, Adobe Premiere Pro. Software ini dibanderol dengan kisaran harga Rp. 5,5-6,5 Juta oleh raksasa adobe. 

Ada juga beberapa software yang menyediakan produk gratisan semacam AVS Video Editor, MovieMaker, CineFX, Avidemux dan lain sebagainya. Sebagai Freeware, tentu saja software-software tersebut memiliki kekurangan, baik dari segi tampilan  atau interface, maupun dari batasan soal kompleksitas editing. Lebih Lanjut tentang software editing akan dibahas di tulisan berikutnya.

Spesifikasi Komputer juga mempunyai peranan penting dalam dunia edit-mengedit video, mengingat & menimbang software-software diatas membutuhkan "sumber daya" yang cukup tinggi. Hal ini juga dipengaruhi oleh tipe kamera yang digunakan dan seberapa kompleks video yang akan diedit. Intinya, hal ini bergantung kepada kepentingan dari editor video itu sendiri.

Jika Sang Maestro adalah seorang editor yang professional, seperti admin tentunya (halah..), maka tentunya spesifikasi yang dibutuhkan cukup tinggi dikarenakan sang maestro membutuhkan kompi yang memadai untuk, contohnya, mengedit video minimal berkualitas HD dan menambahkan efek-efek audio visual yang akan memperberat proses rendering. 


Image result for komputer video editing


Belum lagi penggunaan Lumetri Color yang akan membuat VGA Card kelas menengah kebawah "sesak nafas" dan prosesor menjadi kewalahan dalam proses exporting video. (pengalaman pribadi, admin pernah export video durasi 1 jam yang memakan waktu 5 jam lebih).

Jika sang maestro adalah seorang vlogger, atau mahasiswa yang kelabakan bikin tugas video, atau yang hobi merekam dan memposting segala video tentang kisah cintanya bersama kekasih, maka, menurut admin, software-software editing video gratis sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sang maestro.

Bahkan, aplikasi seperti Viva video yang bisa dipasang di smartphone sudah cukup powerful & memadai untuk kebutuhan seperti ini. Tak jarang, banyak dari marketter online yang memposting video produk mereka di sosial media dengan hanya menggunakan smartphone, mulai dari merekam hingga proses editing.

 
Kesimpulan

Meskipun jarang tampil di depan publik, peranan editor video tidak kalah penting, meskipun kalah tenar dari aktor atau pacarnya aktor.

Seperti yang sinematografer zaman baholak favorit admin katakan, 

"We don't make movies to make money, we make money to make more movies."


"Kami tidak membuat film untuk menghasilkan uang, kami menghasilkan uang untuk membuat lebih banyak film".
- Walt Disney

 
Image result for walt disney
 
Penulis : Ditma
Follow IG : @Photo.cinema
 





Berita Lainnya :
 
  • HENDRI CH Bangun : PWI Provinsi Riau Tuan Rumah HPN 2025 Diharapkan Lebih Melibatkan Generaai Muda
  • Difitnah Nikah Siri, Penghulu : Saya Dipaksa Mengakui Menikahkan Hamid dengan SKD
  • Polri Ungkap Keberhasilan Amankan World Water Forum ke-10 di Bali
  • Sapa Pengungsi Banjir Bandang Sumbar, Ketum Bhayangkari Hibur Anak-anak Pengungsi
  • Ini Sosok Risnandar Mahiwa Gantikan Muflihun Sebagai Pj Walikota Pekanbaru
  • Dialog Penguatan Internal Polri: Harmonisasi Masyarakat Kaltim Menuju Indonesia Emas 2045
  • Perkuat Program TJSL, PHR Jalin Kerja Sama dengan Mitra Pelaksana Riau
  • Satu-Satunya di Provinsi Riau, Bupati Kasmarni Raih Penghargaan Kartika Pamong Praja Muda dan Lencana Alumni Kehormatan IPDN
  • PT BRM Bersama Mahasiswa Bersihkan Mesjid AL Ikhlas di Batusangkar yang Rusak Diterjang Banjir Lahar & Galodo
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved