Senin, 31/08/20
 
Dibilang Mirip Sama Jeahyun NCT, Rafathar Tidak Mau Jadi Idol

Ica | LifeStyle
Senin, 20/09/2021 - 12:17:35 WIB
Rafathar dan Jeahyun NCT
TERKAIT:
   
 
JAKARTA,Riaueksis.com - Rafathar Malik Ahmad, putra sulung pasangan suami istri Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tak henti jadi sorotan.

Selain karena lahir dari sendok emas, alias sudah bergelimang harta sejak lahir, Rafathar juga memiliki paras yang tampan. Bukan sekali dua kali warganet merasa bahwa ketampanan Rafathar mirip dengan idol K-Pop.

Sederet idol K-Pop yang disebut-sebut mirip Rafathar adalah Jaehyun NCT, Jeno NCT, Bang Chan Stray Kids, hingga Siwon Super Junior.

Mengetahui putra sulungnya jadi sorotan pecinta K-Pop, Nagita Slavina berinisiatif menanyakan cita-cita Rafathar di masa depan.

"Aa mau jadi grup band gitu?" tanya Nagita Slavina.

Dengan sigap Rafathar yang sedang menonton televisi menjawab bahwa ia tidak bercita-cita jadi idol.

"No," tegas Rafathar.

Ditanya apakah ingin jadi atlet, Rafathar juga masih menjawab tidak.

Anak kelahiran 15 Agustus 2015 itu mengaku bingung dengan cita-citanya di masa depan.

Lucunya, di tengah kebingungan akan pekerjaanya di masa depan, Rafathar menyebut ingin menjadi awan.

"Gak tahu, jadi awan aja," kata Rafathar.
Jawaban random itu sontak membuat Nagita tertawa, begitu juga dengan para kru yang ada di sana.

Lebih lanjut, Rafathar balik bertanya pada sang bunda.

"Mama pengen Aa jadi apa?" tanya dia.

"Mama pengennya jadi dokter," jawab Nagita.

Mendengar keinginan Nagita, Rafathar menyetujui jika dirinya harus jadi dokter di masa depan.

Walau keinginannya bisa dikabulkan sang anak, Nagita menegaskan bahwa Rafathar harus memiliki mimpi sendiri.**

Sumber : kompas.com






Berita Lainnya :
 
  • WWF Aman dan Kondusif, Menteri PUPR Apresiasi Pengamanan TNI-Polri
  • Ribuan Peserta, Pendaftaran ke Universitas Al-Azhar, Masih Dibuka Hingga 24 Mei 2024
  • Upacara Harkitnas di Blok Rokan, Manajemen PHR Tegaskan Semangat Tingkatkan Produksi untuk Ketahanan Energi Nasional
  • Ada Penyelenggaraan WWF ke-10, Pelaku UMKM di Bali 'Kecipratan' Dampak Positifnya
  • Pahami Konsep Kajian Ranperda, Tim Pansus BLJ Bertukar Pikiran bersama Biro BUMD Bandung
  • Kembalikan Berkas Bacalon Ketum HIPMI Bengkalis, Arsya Bertekad Wujudkan HIPMI Bermasa
  • Ditpolairud Polda Bali Siagakan Dua Kapal dan Tiga Helikopter Amankan KTT WWF
  • Pelajari Analisis Resiko, Tim Pansus BPBD Studi Banding ke Kab. Bantul
  • PHR Pamer Inovasi Digitalisasi di IPA Convex 2024
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved