Senin, 31/08/20
 
Berikut Hal- Hal Yang Perlu Dihindari , Agar Tidak Stroke Diusia Muda

Ica | LifeStyle
Jumat, 27/08/2021 - 12:05:15 WIB
Foto ilustrasi
TERKAIT:
   
 
JAKARTA,RIAUEKSIS.COM– Pandemi Covid-19 telah memaksa banyak orang untuk membatasi diri rutinitas. Aktivitas fisik jadi berkurang yang berpotensi timbulkan masalah sangat serius bagi kesehatan, terutama stroke. 

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Stroke, orang berusia di bawah 60 tahun yang duduk selama delapan jam atau lebih setiap hari akan berefek buruk. Mereka yang tidak aktif secara fisik rentan terkena stroke.

Dilansir dari eatthis, Rabu (25/8/2021) Dr. Raed Joundi dari University of Calgary mengatakan penting untuk memahami apakah jumlah waktu diam yang banyak dapat menyebabkan stroke pada orang usia muda.

“Waktu diam tanpa aktivitas adalah durasi aktivitas terjaga yang dilakukan sambil duduk atau berbaring. Waktu tanpa aktivitas secara spesifik ialah aktivitas yang dilakukan saat tidak bekerja atau tidak melakukan apapun, ” katanya.

Waktu terdiam dianggap mengganggu glukosa, metabolisme lipid dan aliran darah yang meningkatkan peradangan dalam tubuh. Perubahan ini dari waktu ke waktu punya efek buruk pada pembuluh darah yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. 

The American Heart Association merekomendasikan bahwa orang dewasa harus melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas berat setiap minggu.

Secara teori, 90% stroke dapat dihindari jika faktornya dihilangkan. Joundi juga menyebutkan jika studi lain telah menemukan bahwa 10 faktor risiko terkait dengan 90% stroke seperti berikut : 
1. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
2. Diabetes 
3. Fibrilasi atrium 
4. Kolesterol Tinggi 
5. Konsumsi alkohol/merokok berlebihan 
6. Tidak banyak bergerak 
7. Kegemukan 
8. Diet yang buruk 
9. Sindrom metabolik 
10. Peradangan

"Meningkatkan aktivitas fisik hanyalah salah satu komponen penting dari pengurangan risiko stroke, bersama dengan diet bergizi, berhenti merokok, mendiagnosis serta mengobati kondisi seperti tekanan darah tinggi dan diabetes," kata Joundi.**

Sumber : bisnis.com






Berita Lainnya :
 
  • WWF Aman dan Kondusif, Menteri PUPR Apresiasi Pengamanan TNI-Polri
  • Ribuan Peserta, Pendaftaran ke Universitas Al-Azhar, Masih Dibuka Hingga 24 Mei 2024
  • Upacara Harkitnas di Blok Rokan, Manajemen PHR Tegaskan Semangat Tingkatkan Produksi untuk Ketahanan Energi Nasional
  • Ada Penyelenggaraan WWF ke-10, Pelaku UMKM di Bali 'Kecipratan' Dampak Positifnya
  • Pahami Konsep Kajian Ranperda, Tim Pansus BLJ Bertukar Pikiran bersama Biro BUMD Bandung
  • Kembalikan Berkas Bacalon Ketum HIPMI Bengkalis, Arsya Bertekad Wujudkan HIPMI Bermasa
  • Ditpolairud Polda Bali Siagakan Dua Kapal dan Tiga Helikopter Amankan KTT WWF
  • Pelajari Analisis Resiko, Tim Pansus BPBD Studi Banding ke Kab. Bantul
  • PHR Pamer Inovasi Digitalisasi di IPA Convex 2024
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved