Senin, 31/08/20
 
WHO Tegaskan Chloroquine Obat COVID-19 Adalah Hoax

Martalena | LifeStyle
Minggu, 22/03/2020 - 22:09:21 WIB
Riaueksis.com - Sebuah pesan suara yang berisi informasi terkait obat anti-malaria chloroquine phosphate yang diklaim dapat menyembuhkan virus corona jenis baru atau penyakit Covid-19 beredar di Nigeria pada Senin (9/3/2020).

Diketahui sejak akhir Desember 2019, dunia tengah dilanda pandemi Covid-19 yang saat ini telah menginfeksi lebih dari 150 negara di dunia. Setelah muncul pesan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa narasi tersebut menyesatkan.

Dilansir dari AFP, dalam pesan suara WhatsApp yang beredar di Nigeria, terdengar seorang pria berbicara Bahasa Inggris dengan aksen Nigeria, menyampaikan ringkasan dari video Perancis yang ditontonya. Ia mengklaim dokter Perancis dan China telah merilis obat untuk mengatasi virus corona.

Dan solusi tersebut merupakan chloroquine yang umum digunakan untuk menyembuhkan penyakit malaria dan demam di Afrika. Selain itu, oknum juga menyebutkan, para dokter merekomendasikan untuk mengonsumsi 500 mg chloroquine phosphate selama delapan hari.

Tidak hanya penjelasan melalui pesan suara, informasi juga dilengkapi dengan foto sekotak tablet chloroquine phosphate. Oknum itu juga mengungkapkan, chloroquine telah terbukti menjadi obat virus corona. "Chloroquine mampu melawan dan mengalahkan virus corona.

Bergegaslah ke apotek dan dapatkan chloroquine, karena tidak ada yang tahu kapan ada orang yang terkontaminasi virus corona," ujar oknum itu. Ia menjelaskan, pengobatan harus delapan hari dengan mengonsumsi 500 mg chloroquine dan pasien akan sepenuhnya sembuh dari infeksi virus corona.

Menurut penjelasan dari AFP, chloroquine atau obat anti-malaria telah dilarang di Nigeria sejak 2005 setelah Badan Organisasi Dunia (WHO) memperingatkan kegagalan pengobatan yang tinggi dan resistensi obat di beberapa bagian negara.
Diketahui, penggunaan chloroquine masih digunakan di Afrika Selatan, tetapi tidak direkomendasikan sebagai pengobatan utama untuk malaria karena resistensi yang tinggi.

Kepala Perawatan Klinis dalam Program Keadaan Darurat WHO, Janet Diaz mengatakan, hingga saat ini belum ada bukti jika chloroquine efektif untuk mengobati virus corona. "Untuk chloroquine, tidak ada bukti bahwa itu merupakan pengobatan yang efektif untuk saat ini," ujar Diaz dalam sebuah konferensi pers pada 20 Februari 2020.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, hingga saat ini tidak ada vaksin dan tidak ada obat anti-virus khusus untuk mencegah atau mengobati Covid-19.

Direktur Klinis Kesehatan GTAK di Lagos, Goke Akinrogunde mengatakan, 500 mg selama delapan hari adalah overdosis untuk pengobatan malaria. Ia mengungkapkan, pengobatan hanya akan berlangsung hingga tiga hari ketika obat itu digunakan di Nigeria.

Seorang dokter kesehatan masyarakat yang bekerja atas inisiatif Saving One Million Lives yang didukung WHO di Nigeria utara, Ajibola Anjorin mengungkapkan, sebelum chloroquine dilarang dosis biasa untuk orang dewasa yakni dua tablet 200 mg dua kali sehari dan dikonsumsi selama lima dosis. WHO mencantumkan potensi efek buruk chloroquine di link https://perma.cc/4BLL-78QT.

Terkait gambar sekotak chloroquine phosphate yang diikutkan dengan pesan suara yang beredar, AFP menelusuri pencarian gambar tersebut dan mengarah pada penemuan situs web, coronavirusmedication.co.uk. Situs ini menjual paket 14 tablet chloroquine phosphate (500 mg) seharga 92 euro atau sekitar Rp 1.544.144 (kurs 1 euro setara dengan Rp 16.784).

Pihak AFP tidak menemukan petunjuk online lain dari organisasi mana pun dengan nama itu. Kemudian, AFP menelusuri riwayat situs web menggunakan alat identitas situs Whois.com dan menemukan bahwa itu terdaftar pada 28 Februari 2020 di mana waktu itu sama ketika siaran WhatsApp mulai menyebar di Nigeria. Namun, tidak ada nama atau alamat kontak yang digunakan dalam pembelian nama domain.

AFP menghubungi Badan Pengawas Obat-obatan dan Produk Kesehatan (MHRA) Inggris untuk mengetahui apakah situs baru ini dapat secara legal menjual chloroquine secara online dan memasarkannya sebagai pengobatan virus corona.

Menanggapi hal itu, MHRA mengatakan, obat hanya dapat dijual oleh apotek terdaftar online dengan catatan jika pihak apotek memiliki lokasi fisik di Inggris juga. Agensi menambahkan, situs web tersebut tidak memiliki lokasi fisik dan tidak terakreditasi untuk menjual chloroquine di Inggris.

"Keselamatan pasien adalah prioritas utama kami dan kami akan menyelidiki dan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertindak tanpa memerhatikan kesehatan masyarakat," ujar pihak MHRA kepada AFP. Kemudian, MHRA menegaskan, pasokan obat-obatan ilegal merupakan tindak pidana.

Situs web yang menawarkan untuk memasok obat resep tanpa resep tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan kesehatan pasien. Tak hanya itu, badan tersebut juga mengungkapkan memiliki sejarah berurusan dengan situs web yang serupa. "Selama dekade terakhir, kami telah menutup lebih dari 26.000 situs web yang terlibat dalam penjualan obat-obatan ilegal," ungkap salah satu pihak MHRA. Diketahui, dalam beberapa jam setelah MHRA membuat pernyataannya, situs web itu tidak lagi tersedia.**

Sumber:Kompas

 

comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Hati- Hati Minum Obat Tradisional, Ini lho Daftar 53 Obat Dan 18 Kosmetika Berbahaya Temuan BPOM
  • Monitor Pelaksanaan Vaksin, Dandim 0303/Bengkalis Ajak Warga Sukseskan Program Serbuan Vaksinasi
  • BAHAYA !! Krisis Energi Di Negara China Makin Kacau
  • Upaya Bangkit The Minions Membuahkan Hasil Bagi Tim Thomas Cup Indonesia
  • Laksanakan Patroli Karlahut Bersama, Sertu Susiawan Himbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • Babinsa Koramil 01/Bengkalis Hadiri Seleksi MTQ Di Desa Suka Maju
  • Kabur Dari Karantina, Setelah Pulang Dari Luar Negeri , Rachel Vennya Tuai Hujatan Publik
  • Lama tidak Keluar kamar, Pegawai Hotel Temukan Mayat di Leher Ada Bekas Luka.
  • Indonesia Kembali Bertemu Dengan Malaysia Dalam Piala Thomas Cup
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Senin, 13/03/2017 - 15:36:31 WIB
    Tepung Sagu Dapat Sembuhkan Sakit Maag...Ini Resep dan Cara Membuatnya
    Rabu, 03/10/2018 - 09:07:42 WIB
    Sandiaga Uno Berpendapat Ratna Sarumpaet Dalam Keadaan Diancam
    Selasa, 17/07/2018 - 20:42:25 WIB
    Arsene Wenger: Saya Menyesal Telah Mengorbankan Segala Yang Saya Lakukan
    Selasa, 24/07/2018 - 15:26:53 WIB
    Lionel Messi Gabung Inter Milan Susul Christiano Ronaldo Ke Seri A?
    Minggu, 22/03/2020 - 22:09:21 WIB
    WHO Tegaskan Chloroquine Obat COVID-19 Adalah Hoax
    Jumat, 12/10/2018 - 20:27:48 WIB
    Pengemudi Taksi Online Ini Buat Dinding Anti Begal
    Selasa, 06/12/2016 - 19:15:37 WIB
    Indonesia Istimewa
    Kapal Kargo Star 50 Buatan Indonesia Ini Menjadi Primadona Bagi Pasar Internasional
    Rabu, 18/08/2021 - 11:08:40 WIB
    The Minions Bakal Dipecah, Berikut Kandidat Terkuat Untuk Kevin Sanjaya
    Sabtu, 04/09/2021 - 17:24:27 WIB
    Bagus Kahfi Kembali Mengejutakan Media Asing Dengan Menbawa Kemenang Bagi Jong Utrecht
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 25/01/2017 - 00:37:58 WIB
    Inilah Nama 11 Raja Yang Pernah Bertahta di Kerajaan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Jumat, 05/07/2019 - 09:04:52 WIB
    Pemilik Akun Penghina Joko Widodo Telah Berkali Diiingatkan Suami Dan Teman
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved