Senin, 31/08/20
 
Pemudik Jangan Pernah Tidur Di Dalam Mobil Yang berhenti Dengan Kondisi Mobil Hidup

Putra | LifeStyle
Selasa, 14/05/2019 - 10:33:31 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 
RiauEksis.com - Pemudik disarankan beristirahat jika kondisi sudah lelah, pilihlah tempat istirahat yang ramai seperti rest area atau SPBU. Dan jangan sekali-kali menepi di pinggir jalan raya atau jalan tol. Juga jangan tidur di dalam mobil dengan mesin yang menyala. Sebab, ada risiko tersendiri bagi yang istirahat dengan mesin mobil menyala dalam waktu lama.

"Pemudik yang pakai mobil pribadi harus tahu caranya berhenti. Karena banyak juga kejadian, berhenti di dalam mobil, tiduran, dan akhirnya 'lewat' (atau meninggal)," terang Head Product Improvement/ EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor Bambang Supriyadi.

Menurut Bambang tidur di dalam mobil yang berhenti dengan kondisi mesin yang hidup dan kabin yang tertutup rapat bisa menjadi bahaya tersendiri. 

"Sebab mesin mobil punya gas buang itu banyak, ada HC ada CO, ada HC2O misalnya. Nah gas CO itu yang paling bahaya karena dia racun kan, dia ngikat oksigen. Nah kalau dia berhenti, mesin nyala, dan tiduran di dalam, maka gas ini bisa masuk ke dalam kabin," ungkap Bambang.

"Kenapa bisa masuk? Karena antar bodi itu kan ada sambungan-sambungan ya. Antar sambungan ini kan nggak anti air nggak anti bocor gitu, nah jadi di antara celah bodi ini gas CO bisa masuk, sehingga ketika dia diam, gas akan naik, masuk ke dalam kabin," lanjutnya.

Kebanyakan pengguna mobil yang istirahat di tepi jalan, cenderung menutup jendela rapat-rapat, supaya kabin tetap dingin. Tapi justru itu yang bahaya, karena gas yang masuk ke dalam kabin tidak bisa keluar. 

"Jadi kuncinya, sepanjang jendela nggak ditutup full itu gasnya bisa keluar tapi kalau kaca jendela ditutup full, gas itu bisa kehirup orang yang di dalam. Nah, terus kenapa kalau keadaan jalan gas buang CO itu nggak masuk? Karena kalau jalan kan anginnya dari depan ke belakang. Jadi gas buang nggak akan naik," pungkasnya.****(ptr)





Berita Lainnya :
 
  • Ribuan Peserta, Pendaftaran ke Universitas Al-Azhar, Masih Dibuka Hingga 24 Mei 2024
  • Upacara Harkitnas di Blok Rokan, Manajemen PHR Tegaskan Semangat Tingkatkan Produksi untuk Ketahanan Energi Nasional
  • Ada Penyelenggaraan WWF ke-10, Pelaku UMKM di Bali 'Kecipratan' Dampak Positifnya
  • Pahami Konsep Kajian Ranperda, Tim Pansus BLJ Bertukar Pikiran bersama Biro BUMD Bandung
  • Kembalikan Berkas Bacalon Ketum HIPMI Bengkalis, Arsya Bertekad Wujudkan HIPMI Bermasa
  • Ditpolairud Polda Bali Siagakan Dua Kapal dan Tiga Helikopter Amankan KTT WWF
  • Pelajari Analisis Resiko, Tim Pansus BPBD Studi Banding ke Kab. Bantul
  • PHR Pamer Inovasi Digitalisasi di IPA Convex 2024
  • Kapolri Beri Penghargaan Casis Bintara Jari Putus Dibegal Masuk Bintara Polri
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved