Rabu, 27 Mei 2020
 
Kabar Gembira, Ilmuwan Temukan Antibodi Virus Corona

Martalena | Internasional
Jumat, 08/05/2020 - 00:21:25 WIB
Riaueksis.com— kabar gembira datang dari.ilmuwan Belanda  dikabarkan  Ilmuwan selangkah lebih dekat untuk menemukan perawatan COVID-19. Antibodi yang bisa menghalangi virus sudah ditemukan.

Dikutip dari laman detik.com, Penemuan ini dilaporkan oleh para peneliti dari Utrecht University dan Erasmus Medical Centre di Belanda serta perusahaan Harbour BioMed (HBM). Mereka menemukan cara potensial untuk menetralkan COVID-19
Diberitakan News.com Australia, yang dilihat Kamis (7/5/2020) tim meneliti sel manusia yang ditumbuhkan di laboratorium. Harapannya hasilnya akan sama pada pasien.

Terobosan ini menjadi kabar baik di tengah upaya mencari vaksin untuk virus yang sudah menularkan 3,8 juta orang dan membunuh 265 ribu orang ini.
Profesor Berend-Jan Bosch yang memimpin penelitian mengatakan antibodi ini menyerang protein mahkota pada tubuh virus Corona. Mahkota berduri ini yang menempel pada sel manusia dan lalu memasukkan materi genetik untuk berkembang biak di tubuh inangnya.

“Antibodi yang menetralkan punya potensi membalik arah infeksi pada tubuh pasien, mendukung pembersihan virus atau melindungi orang yang belum tertular dari virus ini,” kata Bosch.
Antibodi ini mengikat pada enzim yang disebut ACE2 yang diidentifikasi sebagai reseptor COVID-19 ketika menyerang tubuh manusia. Antibodi monoklonal sudah berhasil menetralkan SARS-CoV-2 dalam percobaan pada tikus. Antibodi yang disebut 47D11 menghancurkan SARS-CoV dan SARS-CoV-2.
Hasil riset ini sudah dipublikasikan di Nature Communications. Tim ini ternyata sudah meneliti virus corona hampir 20 tahun sejak wabah virus SARS.
“Penemuan ini jadi dasar yang kuat untuk riset lanjutan untuk melihat karakter antibodi ini dan memulai pengembangan sebagai pengobatan COVID-19,” kata Profesor Frank Grosveld dari Erasmus Medical Centre di Rotterdam.
Terapi ini lalu dikembangkan Harbour BioMed di Massachusetts yang dipimpin Dr Jingsong Wang. Dia mengatakan butuh riset lanjutan untuk menilai apakah bisa melindungi manusia dan mengurangi penyakitnya. *"







comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • 27 dan 28 Mei, Matahari Melintas di atas Kabah. Saatnya Benahi Arah Kiblat
  • Hari Pertama Kerja, Sekretariat DPRD Riau Lanjutkan Pekerjaan yang Tertunda
  • Anggota Koramil Minas Terus Menerus Pantau Keluar-Masuk Warga di Posko Cek Poin Minas
  • Keluar - Masuk Warga ke Kecamatan Kandis di Pantau TNI Bersama Tim Gabungan
  • Laksanakan Patroli Karlahut, Babinsa Larang Keras Warga Buka Lahan Dengan Cara Membakar
  • Penerapan PSBB Kab. Siak, TNI bersama Tim Gabungan Rutin Laksanakan Pengamanan dan Pengecekan Warga
  • Saat Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, 'The New Normal' Sama Saja Bunuh Diri Massal Selasa, 26/05/2020 | 10:54
  • Hari Pertama Kerja, Gubernur Riau Cek Kehadiran ASN di Sejumlah Dinas
  • 10 Wilayah Indonesia dengan Penambahan Kasus Corona Terbanyak 25 Mei
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved