Senin, 31/08/20
 
ENAM TERSANGKA DIPERIKSA INTENSIF
PWI Apresiasi Polri Tangkap Pembunuh Wartawan di Sulbar

Martalena | Hukum
Rabu, 21/10/2020 - 16:02:13 WIB
Pekanbaru,Riaueksis.com -- Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari mengapresiasi Tim Gabungan Polri mengungkap pembunuhan terhadap wartawan Demas Laira di Sulawesi Barat (Sulbar).

"Saya sangat mengapresiasi begitu cepatnya Polri menangani kasus pembunuhan wartawan Demas Laira," ujar Atal dalam keterangan persnya, Rabu 21 Oktober 2021.

Dulu, katanya, kasus-kasus pembunuhan terhadap wartawan kasusnya hilang dan jarang yang terungkap.

"Sekarang saya melihat ada keseriusan Polri mengungkap kasus-kasus terkait wartawan," ujar Atal.

Ia berharap agar para pelaku dikukum seberat-beratnya agar ada efek jera.

"Kami yakin Polri profesional untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga ancaman terhadap para pelaku,’’ pungkasnya.

Sebelumnya, Tim Gabungan Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri, Ditkrimum Polda Sulbar, dan Satresmob Ditkrimum Polda Sulsel berhasil meringkus pelaku pembunuhan terhadap seorang wartawan bernama Demas Laira. 

Demikian diungkapkan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Raden Argo Yuwono kepada para awak media, Selasa (20/10/2020). 

Argo mengatakan, korban meninggal dunia dengan tusukan sebilah badik pada 19 Agustus 2020.

"Adapun TKP berada di Jalan Trans Poros Sulawesi Mamuju - Palu, KM 151 Salubijau - Karossa, Mamuju Tengah - Sulbar," ungkap mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini. 

Argo menyatakan, ada enam orang tersangka dalam peristiwa pembunuhan ini. 

"Mereka adalah: Syamsul (32 th) ditangkap di Mandar - Pohuwato, Gorontalo; Nawir (30 th) ditangkap di Karossa - Mamuju Tengah, Sulawesi Barat; Doni (20 th) ditangkap di Karossa - Mamuju Tengah, Sulawesi Barat; Haerudin (18 th) ditangkap di Karossa - Mamuju Tengah, Sulawesi Barat; Ilham (19 th) ditangkap di Karossa - Mamuju Tengah, Sulawesi Barat; dan Ali Baba (25 th) ditangkap di Sarudu, Pasangkayu - Sulawesi Barat," urainya. 

Argo menuturkan, motif pembunuhan adalah pelaku sakit hati kepada korban yang mengganggu dan mempermalukan Kartina, adik perempuan salah satu pelaku Syamsul.

"Atas perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan pasal 340 KUHP ancaman pidana hukuman mati, seumur hidup atau hukuman penjara paling lama 20 tahun," pungkas alumni Akpol 1991 ini.  Rilis Humas PWI

 



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Jaga Wilayah Dari Ancaman Karlahut, Patroli Rutin dilaksanakan Babinsa Koramil 12/Sabak Auh
  • Koramil 06/SA Laksanakan Apel Kesiap Siagaan Hadapi Pilkada Tahun 2020
  • Cegah Karalahut Di Wilayah Binaan, Koptu D. Gulthom Rutin Laksanakan Patroli dan Sosialisasi
  • Gerakan Babinsa Berkibar Koramil 11/Pwk Kandis, Bantu Siswa Belajar Daring
  • Patroli Rutin Para Babinsa, Upaya Kodim 0303/Bengkalis Jaga Wilayah Dari Karlahut
  • Ciptakan Suasana Aman Dan Kondusif, Babinsa Koramil 09/Minas Terus Lakukan Pemantauan OVN Minas
  • Pimpin Apel Danramil Dan Babinsa Tersebar Tahun 2020, Dandim 0303/Bengkalis Tekankan Jajarannya Netralitas Pilkada
  • Babinsa Koramil 11/Pwk Kandis Disiplinkan Warga Pasar Pasar Minggu Kandis Dengan Protokol Kesehatan
  • Kembali Patroli Pengamanan Pilkada Dilaksanakan Babinsa Koramil08/Merbau di Wilayah Binaan
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved