Senin, 25/11/2019
 
Haramkah Mengunci Pintu Masjid di Luar Waktu Shalat

Martalena | Religi
Selasa, 18/02/2020 - 18:09:43 WIB
PEKANBARU-Riaueksis – Sudah maklum bahwa sebagian masjid terkadang pintunya dikunci rapat dan baru dibuka hanya di waktu shalat wajib. Ini dilakukan demi menjaga barang-barang dan peralatan masjid agar tidak diambil oleh orang. Sebenarnya, bagaimana hukum mengunci pintu masjid di luar waktu shalat?

Para ulama berbeda pendapat terkait hukum mengunci pintu masjid di luar waktu shalat. Menurut ulama Malikiyah, Syafiiyah dan Hanabilah, boleh mengunci pintu masjid di luar waktu shalat untuk menjaga keamanan barang-barang masjid agar tidak diambil orang. Jika sekiranya barang-barang masjid tidak aman dari pencurian, maka tidak masalah mengunci pintu masjid di luar waktu shalat wajib.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyahberikut;

ذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ وَهُوَ قَوْلٌ لِلْحَنَفِيَّةِ إِلَى أَنَّهُ لاَ بَأْسَ بِإِغْلاَقِ الْمَسَاجِدِ فِي غَيْرِ أَوْقَاتِ الصَّلاَةِ، صِيَانَةً لَهَا وَحِفْظًا لِمَا فِيهَا مِنْ مَتَاعٍ

Kebanyakan ulama fiqih berpendapat, ini juga satu pendapat dari ulama Hanafiyah, bahwa tidak masalah mengunci pintu masjid di luar waktu shalat untuk menjaga dan melindungi barang-barang masjid.

Dalam kitab Bughyah Al-Mustarsyidin, Habib Abdurrahman juga mengatakan sebagai berikut;

يجوز إغلاق المسجد في غير وقت الصلاة صيانة ولآلته عن الامتهان والضياع

Dibolehkan mengunci masjid pada selain waktu shalat demi menjaga masjid dan peralatannya dari penyalahgunaan dan kehilangan.

Sementara menurut ulama Hanafiyah, mengunci pintu masjid hukumnya adalah haram. Ini disebabkan karena mengunci pintu masjid memberi kesan menghalangi orang lain untuk beribadah di dalam masjid. Padahal menghalangi orang lain untuk beribadah di dalam masjid hukumnya adalah haram. Ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ إِلَى أَنَّهُ يُكْرَهُ تَحْرِيمًا إِغْلاَقُ بَابِ الْمَسْجِدِ لِأَنَّهُ يُشْبِهُ الْمَنْعَ مِنَ الصَّلاَةِ وَالْمَنْعُ مِنَ الصَّلاَةِ حَرَامٌ لِقَوْلِهِ تَعَالَى وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا


Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa mengunci pintu masjid hukumnya adalah makruh tahrim sebab identik dengan menghalangi shalat. Sedangkan menghalangi shalat adalah diharamkan berdasarkan firman Allah; ‘Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya, dan berusaha merobohkannya?.’




comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Babinsa Bersama Tim Lakukan Penyemprotan di Rumah Ibadah, Kantor Desa dan Tempat Keramaian
  • Babinsa Bersama Tim Lakukan Pengecekan dan Pencegahan VIRUS COVID 19 Ke Penumpang Kapal
  • Kemenkum HAM Sudah Bebaskan 13.430 Napi Untuk cegah corona
  • Kapolres Rohul Bersama Forkopimda Rohul Cek Gudang Beras,Pastikan Stock Aman 6 Bulan Kedepan
  • Sahabat Pondok Ijo dan PWI Peduli Serahkan 100 Paket Makan Siang dan 10 Karung Beras
  • PBNU Sarankan Shalat Tarawih-Shalat Id di Rumah
  • Jokowi Usulkan Jadwal Mudik Setelah Lebaran
  • Kepala Desa Cipang Kanan Abadi Adakan Penyemprotan Desinfektan Diwilayah Desanya
  • Jaga Stock Darah Tetap Ada, Koramil Wilayah Kab. Siak Laksanakan Donor Darah
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved