Pekanbaru (RiauEksis.Com) -Umat Buddha Kota Pekanbaru melaksanakan sembahyang di Vihara Sandup ChoKhorling di komplek Mal SKA Pekanbaru, Ahad siang tadi (20/9/2015). Tujuannya memohon berkah agar  hujan turun "> Pekanbaru (RiauEksis.Com) -Umat Buddha Kota Pekanbaru melaksanakan sembahyang di Vihara Sandup ChoKhorling di komplek Mal SK" />


Senin, 31/08/20
 
Umat Buddha Kota Pekanbaru Gelar Sembahyang Minta Hujan

mu | Religi
Minggu, 20/09/2015 - 17:27:23 WIB
Umat Budha Kota Pekanbaru sembahyang minta hujan
TERKAIT:
   
 
Pekanbaru (RiauEksis.Com) -Umat Buddha Kota Pekanbaru melaksanakan sembahyang di Vihara Sandup ChoKhorling di komplek Mal SKA Pekanbaru, Ahad siang tadi (20/9/2015). Tujuannya memohon berkah agar  hujan turun untuk mengatasi bencana asap yang menyelimuti Riau dan beberapa daerah lainnya.

Dalam agama Buddha tradisi Vajrayana atau Tantrayana doa melalui sarana air disebut sebari Aspirasi Puja Air.

Air yang sangat berperan dalam kehidupan manusia dapat dimanfaatkan sebagai sarana memohon berkah kepada para Buddha, Bodhisatva, Dharmapala, Dewa san Makhluk-makhluk suci serta Raja Naga (Lung Wang).

Melalui berkah dari mereka semoga dapat meringankan penderitaan manusia yang sedang dilanda berbagai bencana seperti masalah asap yang telah sampai pada level tidak sehat hingga berbahaya sejak beberapa pekan terakhir di Pekanbaru dan daerah lainnya.

Doa aspirasi puja air dipimpin rohaniawan Buddhis (bhiksu) Lama Baimarenzeng (Pedma Lama). Beliau bersama Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) sangat antusias menggelar kegiatan itu sebagai bentuk keprihatinan terhadap masalah asap, yang telah berdampak negatif di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

"Semoga kegiatan ini memberi dan mendatangkan berkah bagi semua makhluk dan alam semesta," harap Koordinator Doa Bersama tersebut Kong On.

Walubi Riau melalui Ket Tjing menyatakan merwka sangat menghargai upaya satuan tugas yang telah berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karlahut). Namun upaya tersebut belum berhasil karena berbagai faktor, sebagai bagian umat beragama berdoa merupakan salah satu perwujudan usaha untuk mengatasi darurat asap. (rec/rp)





Berita Lainnya :
 
  • International Women Day, PHR Kedepankan Inklusi Bagi Perempuan dalam Berkarya
  • Pengurus IKA Prodi Administrasi Negara/Publik Periode 2023-2027 Resmi Dilantik
  • Hari Keempat MTQ Tingkat Kabupaten Kampar, Dua Belas Cabang Lomba MTQ ke-53 Kampar
  • Hari Keempat Cabang Syarhil Qur'an Masuki Babak Final pada MTQ ke-53 Kabupaten Kampar
  • PJ Bupati Kampar Ajak Stakeholder Untuk Fokus Kendalikan Inflasi
  • Hari HKG ke-52, Seluruh Kader TP PKK Kabupaten Kampar Tanam 200 Bibit Cabai
  • Gebyar AKS Provinsi Riau, PJ Sekda Kampar Sambut Langsung Kepala BKKBN Pusat di Bandara SSK II
  • PJ Bupati Kampar Pimpin Apel Peringatan HUT Damkar ke-105
  • Sepuluh Cabang Lomba MTQ ke-53 Kabupaten Kampar pada Hari Ketiga
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved