Senin, 31/08/20
 
Konflik Tak Pernah Tuntas Dengan PT Duta Palma, Masyarakat dari 24 Desa Kuansing Lapor Ke DPRD Riau

Len | Riau
Kamis, 16/09/2021 - 15:14:10 WIB
Pekanbaru,Riaueksis.com- Kesal dan marah, pada PT Duta Palma Nusantara (DPN) dialami masyarakat di Kabupaten Kuansing. Pasalnya, berpuluh tahun tak kunjung tuntas konflik lahan. Maka para perwakilan dari 24 desa ini, melaporkan ke DPRD Riau, Rabu (15/9/21).

Diketahui sebelumnya, masyarakat dari 24 desa yang berkonflik dengan PT DPN juga berkomunikasi anggota DPRD Riau yang dari Dapil Inhu – Kuansing Marwan Yohanes. Yang akhirnya menyampaikan aspirasinya ke lembaga DPRD Riau. Dan melakukan pertemuan menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Sesuai pantauan lapangan, pertemuan perwakilan masyarakat dari 24 desa ini berlangsung di ruangan Medium DPRD Riau, secara tertutup. Tampak itu hadir
Ketua DPRD Riau Yulisman, Wakil Ketua Syafaruddin Potti, serta Anggota DPRD Riau Marwan Yohanes dari Dapil Inhu – Kuansing terima aspirasi.

Usai pertemuan, Marwan Yohanis, saat dikonfirmasi wartawan, menjelaskan hal kedatangan dari perwakilan masyarakat Kuansing tersebut. Ia mengatakan, yang berdasarkan aduan masyarakat, bahwa PT DPN ini sebelumnya membuat surat edaran meminta masyarakat itu menjual lahan berada areal HGU.

“Dalam surat itu batas waktu sampai 31 Agustus 2021. Apabila masyarakat tidak menjual kepada perusahaan maka pihak perusahaan memutuskan, dan menutup akses jalan dilintasi masyarakat. Dipicu pihak perusahaan menggali parit besar memutus akses jalan masyarakat, yang diklaim perusahaan berada dalam areal HGU tersebut,” katanya.

Dikatakanya, ini seolah-olah masyarakat yang serobot HGU perusahaan, padahal perusahaan itu yang sudah menyerobot lahan desa dan tanah ulayat. Karena itu, masyarakat yang tidak bersedia menjual lahan tersebut, meminta ke pihak DPRD Riau ini untuk mencarikan solusi terbaik dalam permasalahan konflik lahan yang dialami puluhan tahun.

“Ini yang terjadi kesalahanya anggapan, dimana ada yang menyebut masyarakat menyerobot lahan HGU perusahaan. Hal padahal, dari faktanya perusahaan yang menyerobot lahan masyarakat. Bahkan, perusahaan memaksa masyarakat yang memiliki lahan, harus menjual lahannya dengan harga Rp70 juta perhektar,” kata eks DPRD Kuansing.

Marwan yang Politisi Gerindra ini, sebut memang ada sebelumnya itu pihak DPN mengatakan memutus akses jalan pada areal perusahaan, dengan alasan untuk keamanan area dari pencurian dan PETI itu. Hal itu, tentunya sangat tidak masuk akal. Marwan menyebut bahwa ini ranah pidana dan silahkan saja itu perusahaan lapor ke kepolisian.

“Alasan mereka menggali karena pernah ada kasus pencurian. Tentu hal ini, tidak masuk akal, kenapa itu tak diselesaikan lewat jalur hukum saja? Kenapa, malah akses jalan masyarakat ditutup. Ini yang artinya judul terbalik. Harusnya, langkah diamankan masyarakat. Sebab diketahu itu lahanya dari masyarakat yang sudah lama dicuri,” katanya.

Dikesempatan itu, Marwan mengatakan, untuk menindaklanjuti ini, maka disikapi DPRD Riau membentuk Panitia Khusus (Pansus), untuk menyelesaikan semua konflik lahan. Jadi itu tidak hanya untuk DPN saja, tapi untuk semua perusahaan yang tengah berkonflik. Wacana bentuk Pansus ini, kata Marwan, mendapatkan dukungan DPRD Riau.

“Saya bangga juga sama kawan-kawan di DPRD Riau ini. Saat mereka tahu ada rencana pembentukan Pansus ini, maka banyak yang menelpon saya untuk siap memberikan tandatangannya, dan juga semua fraksi ada delapan di DPRD Riau ini menyatakan setuju dibentuk Pansus. Bahkan ada kawan-kawan minta segera diwujudkan,” ujarnya. **



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Tampil Menyakinkan Skuad Garuda Indonesia Unggul 2-0 Atas Nepal
  • Pemko Pekanbaru Berharap Investor Segera Tuntaskan Pembangunan Pasar Induk
  • Pengamat Politik UMRI Aidil Haris : Bupati Kuansing non aktif Andi Putra "Baru Beberapa Bulan Menjabat Sudah Berkasus"
  • Gubri Syamsuar Dukung Pemerintah Daerah Yang Mempertahankan Lahan Untuk Tanam Padi
  • Patroli Karlahut Rutin Babinsa Koramil 12/Sabak Auh Upaya Mencegah Terjadinya Kebakaran Wilayah Binaan
  • Bersama DISHUB dan Polri, Babinsa Koramil 07/BB Pantau Penerapan Prokes Penumpang Roro Sei Selari
  • Anas Makmun Dan Suparman segera diperiksa KPK sebagai tersangka dan saksi dugaan suap APBD-P Riau 2014 dan APBD Riau 2015
  • Dua Sekolah Swasta Ditutup Disdik Kota Pekanbaru Karena langgar PTM
  • Polres Indragiri Hulu Tangkap Pelaku Curanmor di Rumah Mertua
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Senin, 13/03/2017 - 15:36:31 WIB
    Tepung Sagu Dapat Sembuhkan Sakit Maag...Ini Resep dan Cara Membuatnya
    Rabu, 03/10/2018 - 09:07:42 WIB
    Sandiaga Uno Berpendapat Ratna Sarumpaet Dalam Keadaan Diancam
    Jumat, 22/10/2021 - 16:29:53 WIB
    Tampil Menyakinkan Skuad Garuda Indonesia Unggul 2-0 Atas Nepal
    Selasa, 17/07/2018 - 20:42:25 WIB
    Arsene Wenger: Saya Menyesal Telah Mengorbankan Segala Yang Saya Lakukan
    Selasa, 24/07/2018 - 15:26:53 WIB
    Lionel Messi Gabung Inter Milan Susul Christiano Ronaldo Ke Seri A?
    Jumat, 12/10/2018 - 20:27:48 WIB
    Pengemudi Taksi Online Ini Buat Dinding Anti Begal
    Minggu, 22/03/2020 - 22:09:21 WIB
    WHO Tegaskan Chloroquine Obat COVID-19 Adalah Hoax
    Selasa, 06/12/2016 - 19:15:37 WIB
    Indonesia Istimewa
    Kapal Kargo Star 50 Buatan Indonesia Ini Menjadi Primadona Bagi Pasar Internasional
    Rabu, 18/08/2021 - 11:08:40 WIB
    The Minions Bakal Dipecah, Berikut Kandidat Terkuat Untuk Kevin Sanjaya
    Sabtu, 04/09/2021 - 17:24:27 WIB
    Bagus Kahfi Kembali Mengejutakan Media Asing Dengan Menbawa Kemenang Bagi Jong Utrecht
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 25/01/2017 - 00:37:58 WIB
    Inilah Nama 11 Raja Yang Pernah Bertahta di Kerajaan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved