Senin, 31/08/20
 
Simak !! Apakah Defisit Kalori Dapat Menurunkan Berat Badan Secara Efektif, Berikut Tips And Tricks Bagi Pemula

Nisa | LifeStyle
Selasa, 05/10/2021 - 23:08:12 WIB
Foto ilustrasi seseorang yang lagi menjaga pola makan nya dengan menerapkan pola makanan yang sehat , sumber foto kompas.com
TERKAIT:
   
 

Pekanbaru, Riaueksis.com-- Mengurangi kalori (defisit kalori) dalam diet merupakan langkah yang efektif untuk menurunkan berat badan. Meskipun begitu defisit kalori juga tidak bisa dijadikan cara yang tepat untuk menurunkan berat badan bagi sebagian orang.


Menurut ahli gizi defisit kalori sendiri bukan lah salah satu cara terbaik untuk menurunkan berat badan secara jangka panjanh dan sehat. Agar mencapai penurunan berat badan secara sehat harus di sertai denga menerapkan pola hidup yang sehat pula. Bisa denga  berolahraga, makan - makanan yang bergizi, dan lain - lain.


Menurut Verywell Fit, defisit kalori adalah ketika kalori yang masuk ke tubuh kita lebih sedikit daripada yang kita bakar. Defisit kalori juga kerap disebut defisit energi karena kalori adalah satuan panas atau energi.


Mengutip dari Ahli gizi kinerja dan penulis buku, Cynthia Sass, MPH, RD menulis dalam laman Health, ada dua cara yang bisa ditempuh untuk mencapai defisit kalori.


Kesalahan bagi seorang pemula ketika melakukan defisit kalori adalah menerapkan defisit kalori yang terlalu banyak. sehingga hal tersebut tidak baik oleh tubuh.


Misalnya, jika kebutuhan kalori harian seseorang untuk menjaga berat badan sehat adalah 1.700 kalori. Dia menerapakan defisit kalori dan hanya makan 1.000 kalori per hari sehingga penurunannya sangat drastis.




Berikut adalah cara defisit kalori bagi pemula antara lain dikutip dari kompas.com :


1. Memakan lebih sedikit makanan


Hal ini dilakukan untuk harus dilakukan secara bertahap. Seperti mengurangi porsi makan, camilan, dan memilih makanan rendah kalori akan membuat kita mengonsumsi total kalori lebih sedikit. Akan tetapi, anda harus pastikan menerapkannya secara bijak dan sehat. 


2. Aktif Bergerak


Jika kita meningkatkan kebutuhan kalori dengan bergerak lebih aktif dan mengonsumsi jumlah kalori yang sama, kita akan mencapai defisit kalori.


Aktivitas fisik yang dilakukan akan mempengaruhi jumlah kalori yang kita butuhkan setiap harinya dan juga dipengaruhi oleh tingkat , termasuk olahraga dan aktivitas fisik di luar olahraga.


3. Mengabungkan Antara Diet dan Olahraga


Pada akhirnya, beberapa faktor yang memengaruhi hasil penurunan berat badan, termasuk kualitas kalori yang diasup, keseimbangab gizi makro, waktu makan, hormon, stres, pola tidur, genetik, pengobatan, dan kondisi kesehatan yang mendasari.





Penting untuk dicatat bahwa untuk menurunkan berat badan, kita tak perlu sampai kelaparan**






Berita Lainnya :
 
  • WWF Aman dan Kondusif, Menteri PUPR Apresiasi Pengamanan TNI-Polri
  • Ribuan Peserta, Pendaftaran ke Universitas Al-Azhar, Masih Dibuka Hingga 24 Mei 2024
  • Upacara Harkitnas di Blok Rokan, Manajemen PHR Tegaskan Semangat Tingkatkan Produksi untuk Ketahanan Energi Nasional
  • Ada Penyelenggaraan WWF ke-10, Pelaku UMKM di Bali 'Kecipratan' Dampak Positifnya
  • Pahami Konsep Kajian Ranperda, Tim Pansus BLJ Bertukar Pikiran bersama Biro BUMD Bandung
  • Kembalikan Berkas Bacalon Ketum HIPMI Bengkalis, Arsya Bertekad Wujudkan HIPMI Bermasa
  • Ditpolairud Polda Bali Siagakan Dua Kapal dan Tiga Helikopter Amankan KTT WWF
  • Pelajari Analisis Resiko, Tim Pansus BPBD Studi Banding ke Kab. Bantul
  • PHR Pamer Inovasi Digitalisasi di IPA Convex 2024
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved