Rabu, 08 Juli 2020
 
Negara Kuba dan Korut Sepakat Tolak Tuntutan Sepihak dan Kesewenang-wenangan Amerika Serikat

M Amin | Internasional
Kamis, 23/11/2017 - 17:56:22 WIB
Havana (RiauEksis.Com) - Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parilla menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara (Korut) Ri Yong-hodi Havana, Rabu (22/11). Keduanya membahas sejumlah isu, termasuk tentang ketegangan di Semenanjung Korea.

Berdasarkan keterangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Kuba, dalam pertemuan tersebut Parilla dan Ri Yong-ho sepakat untuk menolak tuntutan sepihak dan sewenang-wenang yang diajukan Amerika Serikat (AS), termasuk terkait situasi di Semenanjung Korea.

"Mereka menolak keras daftar tuntutan sepihak dan sewenang-wenang Pemerintah AS yang bertentangan dengan hukum internasional," kata Kementerian Luar Negeri Kuba dalam keterangannya.

Kedua menteri meminta adanya penghormatan terhdap kedaulatan rakyat dan penyelesaian sengketa secara damai. Beberapa diplomat memang telah menyebut Kuba adalah satu dari sedikit negara yang mungkin mampu meyakinkan Korut agar menghindari pertikaian dengan AS yang berpotensi memicu perang di Semenanjung Korea.

Selain perihal ketegangan di Semenanjung Korea, Parilla dan RiYong-ho juga membahas tentang pembangunan sosialisme. "Para menteri berharap masing-masing yang dilakukan untuk pembangunan sosialisme sesuai dengan realitas yang melekat pada negara masing-masing," kata Kementerian Luar Negeri Kuba.

Korut dan Kuba adalah dua negara Komunis yang saat ini dinilai masih mempertahankan gaya perekonomian era Uni Soviet. Walaupun saat ini, dibawah Presiden Raul Castro, Kuba mulai mengambil beberapa langkah kecil guna menapaki jejak Cina sebagai negara komunis yang berorientasi pasar.

Kendati saat ini Korut dianggap sebagai negara paling terisolasidi dunia, namun Kuba masih mempertahankan keberadaan kedutaan besarnya di sana.Namun, secara umum, Kuba juga memiliki hubungan cukup dekat dengan tetanggasekaligus seteru Korut di Semenanjung Korea, yakni Korea Selatan (Korsel).

Tahun lalu, transaksi perdagangan antara Kuba dan Korsel mencapai angka 67 juta dolar AS. Sedangkan transaksi perdagangan Kuba dengan Korut tahunlalu hanya sekitar 9 juta dolar AS.

Neraca perdagangan Korut memang mengalami penyusutan sejak dijatuhkan beruntun oleh Dewan Keamanan PBB. Awal pekan ini AS baru saja memasukkan Korut ke dalam daftar negara pendukung terorisme.

Keputusan tersebut diambil agar AS dapat menjatuhkan sanksi baru kepada Pyongyang. Hal ini pun direalisasikan dengan menghukum 13 organisasi asal Cina yang diketahui masih menjalin perdagangan dengan Korut. (rec)



sumber: reuters/republika.co.id



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Terus Semangat TNI dan Masyarakat Bangun Jalan Sasaran TMMD
  • Melalui progam TMMD Pererat Hubungan TNI dan Rakyat 
  • Pengecoran Jalan Rumah Sawit Inap Oleh Satgas TMMD 108 dan Masyarakat Masih Berlanjut
  • SMSI Lahir Ketika Pers Sedang Risau
  • Patroli Rutin Babinsa Di Seputaran Kecamatan Minas, Ajak Warga Cegah Covid 19
  • Batituut : Peran Orang Tua Sangat Penting Lakukan Pengawasan
  • Bangun Sasaran TMMD Desa Api-api, Kades : Terima Kasih Kodim 0303 Bengkalis
  • TMMD Ke 108 Kodim 0303 Bengkalis, Danramil 07/BB Sosialisasi Tentang Pertanian
  • Sosialisasi Bahaya Narkoba Program TMMD Kodim 0303 Bengkalis Non Fisik
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved