Senin, 25/11/2019
 
Habib Bahar bin Smith Membahas Perihal Kasusnya di Panggung Orasi Reuni 212

Putra | Nasional
Senin, 03/12/2018 - 10:42:18 WIB
RiauEksis.com - Habib Bahar bin Smith membahas perihal kasusnya di panggung orasi Reuni 212. Pihak Istana menilai Bahar bin Smith memanfaatkan umat untuk memberikan dukungan pada dirinya.

"Jangan jadikan umat untuk mengumpulkan dukungan," kata Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, saat dimintai tanggapan oleh detikcom, Senin (3/12/2018).

Ngabalin lalu menyinggung soal ceramah Habib bahar yang menyinggung Jokowi. Dia menilai Habib Bahar telah menggunakan narasi yang tak tepat saat berceramah menyinggung Jokowi.

"Bahar bin Smith menggunakan narasi yang tidak tepat di publik, memberikan hal-hal yang mengujar kebencian di publik. Terlalu banyak guru-guru kita, para ulama, senior-senior, habaib yang memberikan ceramah dengan baik, tidak menyebarkan berita kebencian," ujar Ngabalin.

Ngabalin menuturkan, jika Habib Bahar ingin mengkritik pemerintah, ada berbagai cara yang santun yang bisa dilakukan. Menegur dengan cara menghujat, sambung Ngabalin, justru menunjukkan tingkat intelektualitas Bahar bin Smith sebagai ulama.

"Kalau mau tegur dengan kritik, dialog dan lain-lain. Banyak sekali para senior, habaib yang santun, enak didengar, orang mau terima kalau mereka berikan tausiah karena enak diterima. Bukan zamannya lagi menghujat. Sayang loh, kelihatan kadar ilmunya," ucap Ngabalin.

Sebelumnya, ceramah Habib Bahar yang menyebut 'Jokowi kayaknya banci' viral di media sosial. Habib Bahar menjelaskan, ucapannya itu berdasarkan apa yang terjadi saat aksi 411.

"Ketika 411, aksi 411, jutaan orang Islam, ribuan ulama, berkumpul di depan Istana menemuinya. Justru para ulama ditembak gas air mata, presidennya kabur dan lari. Saya berkata karena ketidakrelaan saya saudara-saudara saya itu dizalimi," jelas Habib Bahar saat berorasi di Reuni 212, Monas, Minggu (2/12).****(ptr)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Anggaran BLT untuk Warga Terdampak Corona dipersiapkan pemrov Riau untuk 3 bulan
  • Dampak virus Corona SPS desak pemerintah berikan insentif untuk perusahaan pers dan jps untuk wartawan
  • Glenn Fredly Meninggal Dunia
  • Sunaryo: Tim Ahli Syamsuar Jangan Asbun
  • Jalan UtamanBukit Batu Jadi Sasaran Penyemprotan Desinfectan oleh Koramil 07/Bukit Batu Dan Tim Gabungan
  • Cegah Covid 19, Koramil 11/Pwk Kandis bersama Polsek Laksanakan Patroli Gabungan
  • Polda Riau Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia Saat Pandemi Covid-19
  • Ayo Simak! Ini Ciri-ciri Virus Corona di Indonesia
  • Terbesar Dalam Sejarah, RI Terbitkan Surat Hutang US$ 4,3 M
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved