Senin, 31/08/20
 
Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 1442 H Kamis 13 Mei

Martalena | Nasional
Selasa, 11/05/2021 - 21:18:20 WIB
Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021. Ketetapan itu dikeluarkan berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

TERKAIT:
Riaueksis.com-Sidang isbat digelar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (11/5/2021). Sidang isbat dihadiri terbatas secara fisik, mengingat masih dalam kondisi pandemi Corona. Sejumlah undangan mengikuti sidang isbat secara online.

Sidang isbat dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Selain itu, dihadiri oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, ormas Islam, hingga ahli astronomi.

"Tidak ada yang melaporkan yang melihat hilal," kata Yaqut.

"Penetapan 1 Syawal di-istikmalkan," sambungnya. Istikmal adalah sebuah istilah yang berarti menyempurnakan bulan Ramadhan selama 30 hari.

Keputusan tersebut diambil karena hilal yang belum terlihat. Pakar astronomi dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag, Cecep Nurwendaya, menegaskan tidak ada referensi empirik visibilitas atau ketampakan hilal awal Syawal 1442 H yang teramati di semua wilayah di seluruh Indonesia hari ini.

"Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,6 sampai dengan minus 4,4 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari," terang Cecep.

Cecep menuturkan, Kementerian Agama melakukan pengamatan hilal di 88 titik di seluruh Indonesia. Menurut Cecep, penetapan awal bulan Hijriah didasarkan pada rukyat dan hisab. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam.

Berdasarkan data di Pusat Observasi Bulan (POB) Cibeas, Pelabuhan Ratu, posisi hilal menjelang awal Syawal 1442 H atau pada 29 Ramadan 1442 H, yang bertepatan dengan 11 Mei 2021, secara astronomis tinggi hilal adalah minus 4,38 derajat; jarak busur bulan dari matahari: 4,95 derajat; umur hilal minus 8 jam 14 menit 44 detik.

"Minus menunjukkan hilal belum lahir," tutur Cecep.

Cecep menjelaskan, berdasarkan sidang Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), kriteria imkanurrukyat disepakati adalah minimal tinggi hilal 2 derajat, elongasi minimal 3 derajat, dan umur bulan minimal delapan jam setelah terjadi ijtima'.

Sehubungan itu, kata Cecep, karena ketinggian hilal di bawah 2 derajat, bahkan minus, tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.**



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Koramil 05/Rupat dan Tim Gabungan Rutin Pantau dan Terapkan PPKM Kepada Warga
  • Babinsa Koramil 11/Pwk Kandis Teru Pantau Penerapan Protkes di TItiik Keramaian Warga
  • Ancaman Pidana Judi Online dalam Revisi UU ITE Diperberat
  • Garap Potensi Desa, Wabup Bagus Santoso Ajak Kerjasama Perusahaan
  • Dunia Usaha Bantu Kontingen PON Riau, Gubri: Atlet Harus Siap Berlaga
  • Babinsa Kandis dan Polri Pantau dan Terapkan Prokes dan PPKM di Kampung Pencing Bekulo
  • Danramil 01/Bengkalis Intruksi Babinsa Rutin Lakukan Patroli dan Sosialisasi Karlahut
  • Pembangunan Masjid Islamic Center Memasuki Tahap Akhir
  • Bus Vaksinasi Keliling Telah Vaksin 8.545 Warga
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved