Senin, 25/11/2019
 
Bukan untuk pencegahan covid.19 Chloroquine Obat Keras, Masyarakat Diminta Tak Asal Beli

Martalena | Nasional
Minggu, 22/03/2020 - 22:15:35 WIB
Jakarta, Riaueksis.com  -- Juru bicara pemerintah khusus penanganan corona, Achmad Yurianto mengingatkan chloroquine, yang sedang didatangkan pemerintah untuk menangani virus corona (Covid-19), adalah obat keras dan perlu resep dokter.

Yuri meminta kepada masyarakat tak berbondong-bondong membeli obat tersebut. Menurutnya, masyarakat juga tak perlu menyimpan obat yang dikenal dengan sebutan pil kina itu.

"Jangan ada persepsi salah, obat ini (bukan) untuk pencegahan, maka tidak perlu berbondong-bondong beli dan simpan di rumah," kaya Yuri dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (21/3).

Yuri menjelaskan obat chloroquine ini telah digunakan oleh beberapa negara dan menunjukkan hasil positif. Ia menyebut obat ini digunakan untuk penyembuhan, bukan untuk pencegahan.

"Satu obat itu sudah akrab diketahui chloroquine. Itu obat digunakan untuk penyembuhan. Bukan pencegahan," ujarnya.

Yuri lantas menyarankan agar masyarakat lebih baik mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai langkah mencegah penyebaran virus corona. Menurutnya, karantina di rumah masing-masing juga tak akan memutus komunikasi dengan orang lain.

"Di rumah saja, ini yang paling penting. Kurangi frekuensi ketemu orang lain," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan sudah memesan obat untuk melawan virus corona. Jokowi menyebut obat yang akan didatangkan antara lain chloroquine sebanyak 3 juta butir dan avigan sebanyak 2 juta butir.

Obat-obat ini, kata Jokowi, akan sampai di tangan pasien melalui dokter yang berkeliling dari rumah ke rumah, rumah sakit, serta puskesmas di kawasan terinfeksi.

Selepas Jokowi menyebut dua nama obat itu, harga obat chloroqiune di pasaran langsung naik. Stok pil kina di beberapa apotek di Tangerang dan Jakarta mulai kosong.

Harga pil kina sebesar Rp18.000 per strip (12 tablet). Kini, harga pil kina per strip berkisar antara Rp19.000 hingga Rp40.000. 

Tak hanya di toko ritel fisik, stok pil kina yang dijual di e-commerce juga menipis dan harganya terpantau naik. Ada pengecer yang masih menjual dengan harga Rp18.500 per strip. Namun, ada pula yang mematok harga di atas Rp100.000 per strip.**



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Babinsa Bersama Tim Lakukan Penyemprotan di Rumah Ibadah, Kantor Desa dan Tempat Keramaian
  • Babinsa Bersama Tim Lakukan Pengecekan dan Pencegahan VIRUS COVID 19 Ke Penumpang Kapal
  • Kemenkum HAM Sudah Bebaskan 13.430 Napi Untuk cegah corona
  • Kapolres Rohul Bersama Forkopimda Rohul Cek Gudang Beras,Pastikan Stock Aman 6 Bulan Kedepan
  • Sahabat Pondok Ijo dan PWI Peduli Serahkan 100 Paket Makan Siang dan 10 Karung Beras
  • PBNU Sarankan Shalat Tarawih-Shalat Id di Rumah
  • Jokowi Usulkan Jadwal Mudik Setelah Lebaran
  • Kepala Desa Cipang Kanan Abadi Adakan Penyemprotan Desinfektan Diwilayah Desanya
  • Jaga Stock Darah Tetap Ada, Koramil Wilayah Kab. Siak Laksanakan Donor Darah
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved