Selasa, 02 Juni 2020
 
Terdakwa Penusuk Menko Polhukam Wiranto Diancam Hukuman Mati

ditma | Hukum
Minggu, 12/04/2020 - 16:36:50 WIB
Pekanbaru - Penusuk mantan Menko Polhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah didakwa melakukan teror dengan pemufakatan jahat dan merencanakan sejumlah teror. Oleh sebab itu Syahrial diancam hukuman mati.

Wiranto, yang saat itu menjabat Menko Polhukam (kini menjabat Ketua Wantimpres), ditusuk saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten, 10 Oktober 2019. Wiranto langsung dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, untuk menjalani perawatan.

Adapun Syahrial dibekuk di lokasi dan diproses secara hukum.

Dakwaan atas Syahrial dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) pada Kamis (9/4) kemarin lewat telekonfenrensi. Jaksa mendakwa Syahrial telah melanggar Pasal 15 juncto Pasal 6 juncto Pasal 16 A UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas UU Nomor 15 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Pasal 6 UU Terorisme berbunyi:

Setiap Orang yang dengan sengaja menggunakan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas, menimbulkan korban yang bersifat massal dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap Objek Vital yang Strategis, lingkungan hidup atau Fasilitas Publik atau fasilitas internasional dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun, pidana penjara seumur hidup, atau pidana mati.

Dakwaan itu juga dialamatkan kepada istri Syahrial, Fitri Diana. Syahrial mulai melakukan rencana penusukan Wiranto setelah dirinya tahu Wiranto akan datang ke Alun-alun Menes, Pandeglang, Jawa Barat.

Syahrial langsung mengatur rencana untuk menusuk Wiranto dan anggota TNI-Polri yang ada di situ. Syahrial juga memerintahkan Fitria Diana, dan anaknya menyimpan sebilah pisau dan melakukan penusukan ke aparat keamanan yang berjaga.

"Saat mendengar suara helikopter sudah datang, maka terdakwa dan saksi Fitri Diana mengajak anaknya, Ratu Ayu Lestari, segera bergegas menuju alun-alun Menes untuk melakukan amaliyah, terdakwa menyimpan pisau kunai dalam manset tangan kiri terdakwa, sedangkan saksi Fitria menyimpan pisau kunai di dalam manset kiri, dan anak terdakwa Ratu Ayu menyimpan pisau kunai dijepitkan di gelang tangan kiri," jelas jaksa.*

Sumber: Detik.com



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Segera Usut Dugaan Kebocoran Bansos Pekanbaru, Kajati Riau Sebut Ancamannya Pidana Mati
  • Pengawasan Wilayah Dari Karlahut, Babinsa Koramil 08/Merbau Laksanakan Patroli dan Sosialisasi
  • Tegakan Disiplin Aturan New Normal, Anggota Koramil Laksanakan Sosialisasi di Pasar
  • Babinsa Koramil 09/Minas Lakukan Pengawasan Penyerahan BLT Kampung Olak
  • Patroli Rutin Anggota Koramil Bersama Tim Gabungan Disiplinkan Warga Ikuti Protokol Kesehatan
  • Tegakan Disiplin Protokol New Normal, Anggota Koramil dan Tim Gabungan Lakukan Patroli
  • Bunuh Virus Corona Wilaya Binaannya, Babinsa Koramil 09/Minas Semprot Kampung Rantau Bertuah
  • Persiapan New Normal, Koptu Mayus Laksanakan Pam Posko KETUPAT
  • New Normal Akan ditetapkan, Koramil 09/Minas Bersama Tim Gabungan Tetap Lakukan Patroli Gabungan
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved