Senin, 31/08/20
 
Subsidi Listrik Dicabut, 54.000 Pelanggan Komplain PLN

wan | Ekonomi
Senin, 12/06/2017 - 21:34:02 WIB
JAKARTA (riaueksis.com) - Pelanggan listrik rumah tangga 900 VA yang termasuk golongan mampu sekarang tak lagi dapat subsidi. Para pelanggan ini sekarang menerima tarif normal Rp 1.352/kWh dari sebelumnya Rp 605/kWh.

Subsidi listrik untuk 18,7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA yang tergolong mampu dicabut secara bertahap sejak 1 Januari 2017. Hanya 4,1 juta dari 22,8 juta pelanggan 900 VA saja yang dinilai miskin dan layak menerima subsidi.

Namun, tidak menutup kemungkinan ada masyarakat miskin yang ikut menjadi korban terhadap pencabutan subsidi listrik tersebut.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, mengatakan hingga saat ini telah ada sekitar 54.000 pelanggan yang mengadukan keluhan atas pencabutan subsidi tersebut.

"Komplainnya dari 18,7 juta itu, 54 ribu pelanggan. Sudah masukin data, sudah pemadanan data. Kan mereka enggak ke PLN, langsung Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Itu sedang kita follow up sekarang," kata Sofyan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/6/2017).

Sofyan mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan ketidaktepatan penyaluran subsidi listrik, termasuk masalah masyarakat miskin yang ikut terkena pencabutan subsidi tersebut. Salah satunya karena bukti-bukti administrasi yang belum lengkap.

"Itu kan masing-masing mungkin ada yang belum putus datanya dari kelurahan, data miskinnya belum ada, kartunya belum ada, nah sekarang ini ternyata dua telah diperiksa. Nah sekarang ini misalkan telah diperiksa, ternyata dia datang ke kelurahan, minta kartu miskin, baru dapat (subsidi). Kamu orang miskin, enggak punya kartu miskin, banyak yang seperti itu," jelasnya.

Dirinya pun memastikan, bila ada masyarakat miskin yang terkena pencabutan subsidi listrik tersebut, PLN bakal kembali memberikan subsidi kepada masyarakat miskin tersebut.

"Enggak (dicabut subsidinya) dong, yang 900 VA. Itulah ketemu 18 Juta. Yang 4 juta lebih masuk ke miskin. Dia punya 900 VA tapi dia miskin," tukasnya. (wan)



Dikutip dari: detikfinance.com



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • 30 September 2020 Kasus Positif Covid 19 di Riau bertambah 352 Meninggal 8
  • Komsos Dengan Warga Binaannya, Babinsa Koramil 06/SA Masyaraakat Ikut Pantau Wilayah
  • Babinsa Koramil 12/Pwk Sabak Auh lakukann Pendampingan dan Pengawasan Penyaluran BLT Desa Buantan Lestari
  • Disiplinkan Protokol Kesehatan, Babinsa Koramil 11/Pwk Kandis Ajak Warga Wilayah Binaan Ikut Mendukung Upaya Pemerintah
  • Sejumlah Pansus Raperda Usulan Pemerintah dan Prakarsa DPRD Riau dibentuk
  • Operasi Penegakkan Protokol Kesehatan Terus Gencar Dilaksanakan Babinsa 11/Pwk Kandis Bersama Tim Gabungan
  • Babinsa Koramil 11/Pwk Kandis Himbau Masyarakat Agar Taati Protokol Kesehatan
  • Babinsa Koramil 09/Minas Rutin Laksanakan Patroli dan Sosialisasi Karlahut di Setiap Wilayah Binaan
  • dokter Fransiskus Hamido Hutauruk Meninggal Terpapar Covid-19
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved