Senin, 31/08/20
 
Setya Novanto Tersangka, Fahri Hamzah Sebut Untuk Menghibur Publik

wan | Politik
Selasa, 18/07/2017 - 01:50:21 WIB
Jakarta (riaueksis.com) - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut angkat bicara soal penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP yang ditangani KPK. Menurut Fahri, penetapan tersebut hanya untuk menghibur publik. 

"Ya, kan memang sudah direncanakan. Dari awal kan bahwa mau ditersangkakan. Itu sudah direncanakan dari awal untuk menghibur publik, baguslah," kata Fahri saat dihubungi wartawan, Senin (17/7/2017). 

"Ya, kan Ketua KPK yang omong, 'Kami tidak akan mengecewakan, ya.' Gitu aja," imbuhnya. 

Fahri mengatakan, Selasa (18/7) besok pimpinan DPR baru akan menggelar rapat. "Besoklah, kita besok mau rapim (rapat pimpinan) pagi, jam 10," ujarnya 

Fahri sempat mengatakan kasus e-KTP itu tidak ada dan hanya rekayasa. Dengan penetapan tersangka ini, Fahri menuding KPK hanya ingin memenuhi janji kepada masyarakat. 

"Ya, makanya seperti yang sudah dikatakan oleh pimpinan KPK itu, karena ini kan tidak boleh antiklimaks. Publik kan menginginkan tersangka baru, ya sudah sudah ditetapkan tersangka sesuai janji pimpinan KPK, kan," tutur Fahri. 

Fahri menceritakan, ketika Novanto selesai menjalani pemeriksaan, ia sempat menanyakan bagaimana hasilnya. Menurutnya, hingga saat ini Novanto belum mengetahui alat buktinya. 

"Belum (komunikasi dengan Novanto), kemarin waktu pulang dari pemeriksaan, katanya nggak ada masalah. Jadi memang alat buktinya belum diketahui juga sama Pak Nov sampai sekarang," cerita Fahri. 

Ia memastikan Novanto akan hadir pada sidang paripurna, Selasa (18/7). "Kan dia nggak ditahan. Adalah kok dia (Novanto)," tutupnya. 

Jeratan Setnov

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, nama Setya Novanto muncul dalam dakwaan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. Tak hanya itu, sejumlah pengakuan terkait Novanto juga muncul di persidangan. 

KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka setelah salah satunya mencermati fakta persidangan terdakwa Irman dan Sugiharto. 

"Setelah mencermati fakta persidangan terhadap dua terdakwa Saudara Irman dan Sugiharto dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional atau KTP-El tahun 2011-2012 pada Kemendagri RI, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seorang lagi sebagai tersangka," tutur Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017). 

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Novanto pernah disebut sebagai kunci proyek e-KTP. Hal tersebut disampaikan salah satu terdakwa e-KTP yang juga mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman. (wan)



Dikutip dari: detik.com



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • 30 September 2020 Kasus Positif Covid 19 di Riau bertambah 352 Meninggal 8
  • Komsos Dengan Warga Binaannya, Babinsa Koramil 06/SA Masyaraakat Ikut Pantau Wilayah
  • Babinsa Koramil 12/Pwk Sabak Auh lakukann Pendampingan dan Pengawasan Penyaluran BLT Desa Buantan Lestari
  • Disiplinkan Protokol Kesehatan, Babinsa Koramil 11/Pwk Kandis Ajak Warga Wilayah Binaan Ikut Mendukung Upaya Pemerintah
  • Sejumlah Pansus Raperda Usulan Pemerintah dan Prakarsa DPRD Riau dibentuk
  • Operasi Penegakkan Protokol Kesehatan Terus Gencar Dilaksanakan Babinsa 11/Pwk Kandis Bersama Tim Gabungan
  • Babinsa Koramil 11/Pwk Kandis Himbau Masyarakat Agar Taati Protokol Kesehatan
  • Babinsa Koramil 09/Minas Rutin Laksanakan Patroli dan Sosialisasi Karlahut di Setiap Wilayah Binaan
  • dokter Fransiskus Hamido Hutauruk Meninggal Terpapar Covid-19
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved