Rabu, 08 Juli 2020
 
Advertorial DPRD Riau
DPRD Riau Tidak Terima Kunjungan Dari Luar Daerah dan Tidak Lakukan Kunker

ditma | Advertorial
Kamis, 19/03/2020 - 22:34:58 WIB
Riaueksis.com - Pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Riau melaksanakan konfrensi pers digedung Parlemen menyikapi musibah internasional wabah virus Corona (Covid-19).

Pimpinan DPRD Riau Zukri menyatakan Internal DPRD tidak akan menerima kunjungan dari luar Provinsi Riau serta tidak akan melakukan kunjungan kerja ke luar Provinsi Riau.

Selain itu Dewan juga menunda sejumlah kegiatan kedewanan yang telah diagendakan sebelumnya termasuk rapat paripurna penyampaian LKPJ kepala daerah tahun 2019 yang seyogyanya dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2020.

"Fraksi-fraksi di internal DPRD Riau sudah sepakat tidak menerima kunjungan kerja baik Anggota dewan maupun pengunjung lainnya dari luar daerah provinsi Riau. Begitu juga sebaliknya kami Anggota dewan tidak akan melakukan kunjungan ke luar daerah provinsi Riau," Kata Zukri saat konferensi pers Kamis (19/3/2020) di gedung DPRD Riau.

Kebijakan ini dilaksanakan menurut Zukri untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona yang terjadi saat ini di Indonesia termasuk Provinsi Riau.

Zukri menjelaskan, sebagaimana yang disampaikan pemerintah pusat bahwa sudah terdapat masyarakat Riau yang positif terdampak virus Corona.

"Kesepakatan tidak menerima kunjungan termasuk melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kita sepekati hingga kondisi membaik," Ungkapnya.

Dewan menghimbau pemerintah provinsi Riau untuk meninjau dan memastikan diserap fasilitas publik tersedia alat pengecekan suhu tubuh dan hand sanitizer. Kemudian setiap rumah sakit rujukan  yang telah ditetapkan pemerintah untuk tanggap dan responsif menangani pasien positif atau yang masih terpapar virus corona.

"Kita minta masyarakat dan pemerintah untuk memastikan semua pembiayaan dalam proses tanggap darurat virus corona tidak dipungut biaya alias gratis," ujar Zukri.

Sementara itu, Hardianto menambahkan meminta Pemerintah pusat segera membuat edaran untuk anggaran pembiayaan dampak virus Corona. Presiden melalui mendagri diminta segera membuat payung hukumnya agar Kepala daerah bisa bertindak dan membuat kebijakan strategis untuk menangani pandemi corona ini.

Gambar mungkin berisi: orang duduk dan dalam ruangan

"Kalau menunggu APBD Perubahan masih lama. Keburu banyak korban nanti. Sementara  APBD murni sendiri masih memungkinkan untuk dirasionalisasi, khususnya anggaran di OPD yang tidak prioritas," ujar politisi gerindra ini.

Sikap tegas pusat menurut Hardianto sangat diperlukan,  karena covid 19 sudah menjadi pandemi dan bencana nasional, dan di Riau sendiri sudah ada pasien positif. Kalau berharap dari APBN dan APBD sendiri, nomenklatur anggaran untuk penanganan virus Corona tidak ada.

"Karena itu Pemerintah pusat diminta segera membuat payung hukum, agar kepala daerah bisa membuat langkah-langkah strategis penanganannya dari anggaran yg sedang berjalan."

Kalau tidak ada payung hukumnya Hardianto kawatir penanganan corona di seluruh provinsi tidak akan maksimal, karena kepala daerah tidak berani menggunakan anggaran yang ada.

Ditambahkan, Penanganannya oleh pemerintah pusat maupun daerah  tidak dibarengi oleh kesiapan perlengkapan kesehatan yang paling sederhana dan mudah dijangkau masyarakat. Yakni, langkanya masker dan hand sinitizer.

"Dua hal yang paling sederhana itu saja, masker dan hand sanitizer  pemerintah tak mampu menyediakannya untuk masyarakat. Kedua barang itu kini langka di pasaran. Rakyat tak berdaya. Kalau sudah begini apa upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat yang kini sedang dihantui virus mematikan," pungkasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Asri Auzar bahwa Pemerintah provinsi Riau masih ada peluang untuk merevisi APBD Riau tahun 2020 yang sedang berjalan saat ini. Hal ini disampaikan Pimpinan DPRD Riau H. Asri Auzar di gedung Dewan, Kamis (19/3/2020)

Asri menyebutkan setiap OPD di pemerintahan provinsi riau terdapat peruntukan dana tak terduga. Di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terdapat pos anggaran untuk bencana. anggaran ini menurunya dapat digunakan untuk penanganan pencegahan wabah virus corona di provinsi riau

"Edaran dari pemerintah pusat sudah ada bagi kepala daerah untuk memperbolehkan merevisi APBD 2020 dan mengalokasikan dana tambahan guna menanggulangi virus corona (Covid-19). Kita memberikan kelonggaran kepada pemerintah provinsi riau untuk merevisi selagi untuk kepentingan masyakarat riau," Kata Asri.


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • SMSI Lahir Ketika Pers Sedang Risau
  • Patroli Rutin Babinsa Di Seputaran Kecamatan Minas, Ajak Warga Cegah Covid 19
  • Batituut : Peran Orang Tua Sangat Penting Lakukan Pengawasan
  • Bangun Sasaran TMMD Desa Api-api, Kades : Terima Kasih Kodim 0303 Bengkalis
  • TMMD Ke 108 Kodim 0303 Bengkalis, Danramil 07/BB Sosialisasi Tentang Pertanian
  • Sosialisasi Bahaya Narkoba Program TMMD Kodim 0303 Bengkalis Non Fisik
  • Babinsa Koramil 11/Pwk Kandis Maksimalkan Upaya Putus Mata Rantai Covid 19
  • Mimpi Warga Temiang Terkabul Lewat TMMD ke 108 Kodim 0303 Bengkalis 
  • Kantor Disdukcapil Pekanbaru Tutup Sampai 8 Juli dan Puluhan Pegawai akan Di-Swab
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved