Senin, 25/11/2019
 
Advertorial DPRD Riau
Bahas Program RSLH, Komisi IV Hearing Dengan Dinas Perkim

ditma | Advertorial
Rabu, 08/05/2019 - 15:32:56 WIB
PEKANBARU,RiauEksis.Com -  Komisi IV DPRD Riau menggelar rapat kerja bersama sejumlah OPD mitra kerja, salah satunya Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Riau, Rabu (08/5/2019).

Hearing tersebut di pimpin Ketua komisi IV Husni Thamrin dan didampingi anggota lainnya seperti Asri Auzar, Sumiyanti dan Abdul Wahid.

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan provinsi Riau, Muhamad Amin dalam rapat kerja tersebut menyebutkan Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Riau tahun ini kembali melaksanakan program pembangunan rumah sehat layak huni bagi masyarakat kurang mampu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan


Di Tahun 2019 ini, sebanyak 1.845 unit rumah sehat layak huni akan di bangun dan disalurkan kepada masyarakat miskin provinsi Riau, dengan kriteria dan syarat yang sudah dibuat.


"Ada 1.845 unit rumah layak huni, yang akan di bangun tahun ini , yang terbagi beberapa paket untuk  kabupaten /kota seRiau," sebut M.Amin .


Untuk progres kegiatanya saat ini, menurutnya, pihaknya sudah  memberikan arahan Kades untuk membuat kelompok masyarakat (Pokmas) karena  kalau sudah siap Pokmas maka pelaksanaannya bisa di mulai.


Sementara itu, didalam hearing tersebut sejumlah anggota komisi IV Mempertanyakan program realisasi RSLH tahun 2018 lalu yang tidak tepat sasaran.

Salah satunya, Sumiyanti yang menyebutkan banyak kendala pelaksanaan RSLH di lapangan, walau semangatnya untuk membantu masyarakat tidak mampu, tapi di perjalanan program itu, ternyata banyak masyarakat yang berhak tapi tidak mendapatkannya.


Hal ini kata Sumiyanti, disebabkan adanya perbedaan regulasi pada tahun 2017 dan 2018, dimana dengan regulasi baru yang mewajibkan si penerima  mempunyai 'tapak rumah' baru boleh menerima bantuan RSLH namun kendalanya banyak masyarakat yang kurang mampu tidak memiliki  tapak rumah dan  hanya punya tanah, sehingga tidak bisa menerima bantuan RSLH.


"Kita sarankan untuk 2019 yang punya tanah bisa dapat rumah RSLH dan di harapkan, regulasi baru itu di komunikasikan dengan pihak terkait, untuk di rubah, karena kebanyakan di lapangan kita temui masyarakat tidak punya tapak rumah, umumnya mereka  punya tanah saja, sehingga banyak yang tidak dapat bantuan," pinta Sumiyanti.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Sementqra itu, Anggota dewan lainnya Asri Auzar juga mengatakan dirinya mendapat kan laporan banyak warga yang tidak menerima bantuan RSLH padahal sudah di panggil dan didata. Namun kata Asri lagi, pihaknya juga menemukan di dapilnya kabupaten Rohil, adanya dua kakak beradik sekaligus yang di bangunkan RSLH itu.


"Sudah datang tiga Datuk penghulu kepada saya, mereka di panggil ke Pekanbaru, tapi tidak dapat rumah, namun ada anak umur 30 tahun, dapat sebuah rumah dan satu lagi abangnya, berdekatan juga dapat RSLH," kata Asri.


Untuk itu tambah Asri, dari tahun ke tahun program RSLH harus ada perbaikan, supaya program bantuan tepat sasaran.

Menanggapi sorotan anggota dewan itu, Kadis M. Amin mengatakan, pihak nya sudah maksimal, kalau ada kendala di Lapangan, dengan masukan dan saran anggota dewan akan menjadi perhatian dan perbaikan pelaksanaan program tahun ini.


"Ini pelaksanaan di lapangan sudah kita validasi datanya, kalau ada yang tidak tepat kita coret apalagi tidak memenuhi syarat, saran dewan kita ikuti," ulasnya.

Untuk diketahui, total Anggaran program pembangunan RSLH itu di apbd Riau 2019 mencapai Rp. 115 M, dan setiap harga perunit nya berbeda tergantung daerah seperti antara Kampar dan Inhil karena kondisi alamnya. Harganya berkisar Rp.50 juta hingga Rp.60 juta  per unit rumah.(adv)


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Satu Persatu Penumpang Kapal di Cek Koramil 02/T. Tinggi bersama Tim Penangulangan Covid 19
  • Babinsa Ajak Masyarakat Bersama-sama Putus Mata Rantai Penyebaran Covid 19
  • Sri Mulyani: 95.000 Orang di Indonesia akan Terpapar Corona
  • Terkait Mudik, Polri: Sedan Hanya untuk 2 Orang
  • Inilah 19 Dokter yang Meninggal Terkait Corona
  • PDP Bertambah, Bupati Inhil Minta Masyarakat Tenang
  • Tim 7 DPD Himperra Riau Terbentuk, Siap Pangkas Waktu Pengurusan KPR.
  • Pemkab Kampar jadikan Taman rekreasi Stanum tempat isolasi covid 19.
  • Pasien Covid-19 Meninggal 209 , sembuh 192 orang, total kasus positif 2.491.
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved