Senin, 31/08/20
 
Dapat teguran dari BI Realiasi penyaluran kredit Rendah, Gubri Janji Tegur Direktur Kredit BRK

Len | Riau
Jumat, 24/09/2021 - 20:58:32 WIB
Pekanbaru,Riauekis com -  Bank Riau Kepri (BRK), mendapat teguran Bank Indonesia (BI) karena penyaluran kredit produktif di bank daerah tersebut jauh dari target atau rendah yang ditetapkan Bank Indonesia (BI).

Tak hanya itu  BI juga menegur Direktur Kredit BRK yang membawahi Pemberian Kredit atau Pembiayaan dalam rangka pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tahun 2020.

Saat dikonfirmasi terkait teguran BI kepada BRK tersebut, Gubernur terlihat kaget. Sebagai pemegang saham pengendali, ia berjanji akan memberikan teguran langsung kepada Direktur Kredit karena dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya.

"Saya belum dapat informasi soal itu (teguran BI kepada BRK) karena penyaluran kreditnya rendah. Tetapi kalau itu benar, nanti kami akan berikan peringatan secara langsung," janji Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, Jumat (24/9/21).

BI menegur BRK karena dinilai tidak maksimal dalam menyalurkan kredit produktif kepada masyarakat. Padahal, masa pandemi Covid-19 ini banyak pelaku usaha membutuhkan suntikan modal agar tetap bisa bertahan. Ini bertujuan agar perekonomian masyarakat bisa tumbuh dan berkembang.

Teguran dilayangkan BI kepada BRK tersebut bukan tanpa alasan. Sebab sejauh ini capaian penyaluran kredit produktif bank daerah kebanggaan masyarakat Riau dan Kepri itu hanya mencapai sekitar 13 persen. Jauh dari target ditetapkan 20 persen.

Orang nomor satu di Riau ini meminta kepada Direktur Kredit dan Syariah BRK agar segera mengejar ketertinggalan tersebut dengan mempercepat penyaluran kredit produktif kepada masyarakat.

"Ini ditunggu masyarakat, jadi tolong dibantu (penyaluran kredit) untuk pengembangan ekonomi masyarakat," kata Gubri Syamsuar .

Mantan Bupati Siak dua periode ini menegaskan, kredit produktif diberikan perbankan saat penting untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat. Khususnya bagi para pelaku UMKM.

Gubernur Syamsuar menginstruksikan kepada Direktur Kredit BRK agar menindaklanjuti teguran BI tersebut dengan meningkatkan penyaluran kreditnya.

"Penyaluran kredit itukan ditunggu-tunggu oleh masyarakat kita, khususnya para pelaku UMKM," tegasnya.

Sementara itu, menanggapi rendahnya penyaluran kredit produktif serta teguran Bank Indonesia ke Bank Riau Kepri, Ketua Komisi III DPRD Riau, Husaimi Hamidi, meminta Direktur Kredit agar bekerja lebih ekstra lagi. Sehingga target ditetapkan BI bisa tercapai.

"Bank itu duit mencari duit, kalau uang itu hanya nonggok (menumpuk) dan didepositokan saja itu bukan bisnis bank namanya," kata HUsaimi dengan nada tinggi.

DPRD Riau tidak menampik pandemi Covid-19 ini pasti berdampak terhadap pemberian kredit masyarakat. Namun, dengan sudah turunya level PPKM di Riau, maka seharusnya tidak alasan lagi.

"Jangan hanya berpangku tangan, harus berusaha, cari perusahaan, UMKM untuk disalurkan kredit. Kita minta bagian kredit bekerja esktra sampai akhir tahun," ujarnya.

Husaimi mewanti-wanti agar BRK tidak terus-menerus merengek meminta penyertaan modal. Sebab, ada banyak upaya dan usaha bisa dilakukan BRK untuk mendapatkan keuntungan. Di antaranya dengan memaksimalkan penyaluran kredit.

"Kalau duit yang ada saja tidak bisa kita pasarkan buat apa mau nambah modal lagi," tegasnya.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Riau, Edyanus Herman Halim menilai, capaian penyaluran kredit produktif 13 persen tersebut memang cukup rendah. Mengingat waktu tinggal beberapa bulan lagi sampai tutup buku akhir tahun.

"Jadi teguran yang disampaikan oleh BI itu sudah tepat sekali dan sudah selayaknya. BRK harus menyikapi surat teguran itu dengan baik, karena itu menandakan upaya diseminasi ekonomi melalui perkreditan oleh BRK lemah," tegasnya.

Selain itu, Edyanus menegaskan, sebagai institusi antara pengguna dana dan pemilik dana, maka peran BRK sangat besar dan diharapkan. Ini menjadi pendorong perekonomian riil.

"Dengan adanya teguran ini, maka seolah-olah BRK tidak melakukan intermediasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Pada sisi lain, kata Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unri ini, rendahnya penyaluran kredit produktif juga akan berdampak terhadap pendapatan BRK itu sendiri. Sebab bunga kredit seharusnya didapatkan dari penyaluran kredit tersebut tidak didapatkan karena kredit tidak maksimal dalam penyalurannya kepada masyarakat.

"Di satu sisi, BRK harus membayar bunga juga kepada nasabahnya yang menempatkan uangnya, seperti bunga deposito, bunga tabungan, bunga giro. Ini kan harus ditutupi melalui bunga kredit diberikan kepada nasabah," ujarnya.

Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, ia khawatir BRK bisa mengalami negatif spread. Jika negatif spread benar-benar terjadi, maka pihak bank terpaksa harus menutupinya dari pendapatan non operasional.

"Itu bisa menguras modal BRK, makanya BI mewanti-wanti, karena sekarang sudah bulan September, tinggal tiga bulan lagi. Jadi BRK harus mencari usaha-usaha masyarakat yang produktif dan masih bertahan ditengah pandemi, dan kebutuhan modalnya bisa dipenuhi dari pemberian kredit," katanya.**



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Monitor Pelaksanaan Vaksin, Dandim 0303/Bengkalis Ajak Warga Sukseskan Program Serbuan Vaksinasi
  • BAHAYA !! Krisis Energi Di Negara China Makin Kacau
  • Upaya Bangkit The Minions Membuahkan Hasil Bagi Tim Thomas Cup Indonesia
  • Laksanakan Patroli Karlahut Bersama, Sertu Susiawan Himbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • Babinsa Koramil 01/Bengkalis Hadiri Seleksi MTQ Di Desa Suka Maju
  • Kabur Dari Karantina, Setelah Pulang Dari Luar Negeri , Rachel Vennya Tuai Hujatan Publik
  • Lama tidak Keluar kamar, Pegawai Hotel Temukan Mayat di Leher Ada Bekas Luka.
  • Indonesia Kembali Bertemu Dengan Malaysia Dalam Piala Thomas Cup
  • Satpol PP razia tempat pijat plus-plus terjaring 9 wanita diamankan
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Senin, 13/03/2017 - 15:36:31 WIB
    Tepung Sagu Dapat Sembuhkan Sakit Maag...Ini Resep dan Cara Membuatnya
    Rabu, 03/10/2018 - 09:07:42 WIB
    Sandiaga Uno Berpendapat Ratna Sarumpaet Dalam Keadaan Diancam
    Selasa, 17/07/2018 - 20:42:25 WIB
    Arsene Wenger: Saya Menyesal Telah Mengorbankan Segala Yang Saya Lakukan
    Selasa, 24/07/2018 - 15:26:53 WIB
    Lionel Messi Gabung Inter Milan Susul Christiano Ronaldo Ke Seri A?
    Minggu, 22/03/2020 - 22:09:21 WIB
    WHO Tegaskan Chloroquine Obat COVID-19 Adalah Hoax
    Jumat, 12/10/2018 - 20:27:48 WIB
    Pengemudi Taksi Online Ini Buat Dinding Anti Begal
    Selasa, 06/12/2016 - 19:15:37 WIB
    Indonesia Istimewa
    Kapal Kargo Star 50 Buatan Indonesia Ini Menjadi Primadona Bagi Pasar Internasional
    Rabu, 18/08/2021 - 11:08:40 WIB
    The Minions Bakal Dipecah, Berikut Kandidat Terkuat Untuk Kevin Sanjaya
    Sabtu, 04/09/2021 - 17:24:27 WIB
    Bagus Kahfi Kembali Mengejutakan Media Asing Dengan Menbawa Kemenang Bagi Jong Utrecht
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 25/01/2017 - 00:37:58 WIB
    Inilah Nama 11 Raja Yang Pernah Bertahta di Kerajaan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Jumat, 05/07/2019 - 09:04:52 WIB
    Pemilik Akun Penghina Joko Widodo Telah Berkali Diiingatkan Suami Dan Teman
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved