Senin, 31/08/20
 
Alamaak..Oknum DPRD Kampar terduga fedofilia : Komnas Perlindungan Anak Riau mencurigai korban lebih dari satu

Ditma | Riau
Kamis, 09/09/2021 - 16:08:09 WIB
Kampar,Riaueksis.com- Sebelum korban bertambah banyak, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Provinsi Riau, akan menelusuri informasi kasus fedofilia oleh oknum Anggota DPRD Kampar inisial ZP. 

Demikian diungkapkan, Ketua Komnas PA Riau, Dewi Arisanty dilansir Radar, selasa (06/09/2021). 

Menurut Dewi pihaknya akan melakukan langkah cepat dengan menurunkan Tim investigasi guna menelusuri kasus ini. 

"Kita tak mau korbannya bertambah banyak, kemungkinan korbannya lebih dari satu, maka perlu dilakukan upaya perlindungan secepatnya kepada para korban maupun calon korban lainnya" kata Dewi. 

Lebih lanjut Dewi juga akan menyurati DPRD Kampar terkait masalah ini, "nanti kita surati DPRD Kampar agar memanggil yang bersangkutan" kata Dewi. 

Masih menurut Dewi, bahwa kejahatan fedofilia merupakan kejahatan kemanusiaan yang pelakunya bisa dihukum berat. 

"Pasal yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku pedofilia adalah Pasal 81 dan Pasal 82 yakni pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun" tambah Dewi. 

Namun jika ngacu pasa UU Perlindungan Anak pelakunya bisa dikenakan pasal berlapis, 

Intinya ketika pelaku tindak pidana pencabulan maupun korban pencabulan masih anak, maka proses hukumnya menggunakan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Sedangkan sanksi bagi pelaku kekerasan terhadap anak, baik kekerasan fisik, kekerasan psikis, kejahatan seksual, dan penelantaran diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Yang terakhir diubah dengan dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang."tutup Dewi. 

Sebagaimana dikutip dari harianberantas.co.id , Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Komunitas Pemberantas Korupsi di Pekanbaru Riau sangat prihatin terkait perilaku tak senonoh salah satu oknum politisi fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau bernisial ZAL P yang diduga pelaku pencabulan sesama jenis alias homo (homseks) terhadap korban yang tak lain siswa di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Pekanbaru. Dimana korban pencabulan oknum politisi PKS itu, kini buka suara supaya bersangkutan (Pelaku-red) diproses secara hukum termasuk dikenai sanksi oleh badan kehormatan (BK) DPRD dan tindakan keras dari partai yang didominasi warna oranye itu.

Hal ini dikemukakan Kabid Pembangunan Politik dan Demokrasi Dewan Pimpinan Pusat LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, Riswansyah, kepada awak media, Sabtu (10/04/2021)

Dalam proses pengungkapan secara mendalam kasus pencabulan sesama jenis (HomSeks,red) ini kata dia, sedang dalam tahap penyusunan draft materi pelaporan dan kelengkapan barang bukti yang akan disampaikan ke lembaga instansi terkait seperti  Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Pimpinan Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (BK DPRD) Kabupaten Kampar, Pimpinan Pengurus DPTD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga kepihak aparat hukum di Kepolisian.

“Sekarang, draft pengaduan sedang kami buat untuk disampaikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Pimpinan Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (BK DPRD) Kabupaten Kampar, Pimpinan Pengurus DPTD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan ke Polri Kepolisian,” katanya.

Sekedar diketahui, peristiwa kasus pencabulan sesama jenis terhadap salah satu diantara korban bernisial AR (siswa) terjadi dalam kurun tahun 2019 lalu. Hal ini diterangkan korban melalui surat pernyataan resminya tertanggal 05 Pebruari 2021 yang diterima LSM dan media ini.

Yang mana kelicikan sang oknum anggota DPRD Bangkinang bernisial ZP (pelaku-red) tersebut, kerap kali mengajak korban makan bersama serta membujuk korban datang ke rumah pelaku di lingkungan Villa Melati pada malam hari dengan alasan mengurut kelaminnya pelaku bahkan dkamar orang tua korban.

Parahnya lagi, disaat pelaku setiap melakukan aksinya kepada korban, kelamin korban bernisial AR pun, acap kali diincar untuk diisap pelaku sendiri. Namun disaat AR (korban-red), menolak dan/atau tidak menuruti permintaan pelaku dalam melampiaskan hawa nafsunya, pelaku memarahi dan mengacam korban akan menyuruh orang-orangnya pelaku membunuh korban.

Diterangkan Riswansyah, AR (korban) yang selama ini takut terhadap pelaku dan trauma, merasa keberatan dan tidak terima perlakuan senono dari pelaku selama ini, lantas korban meminta dukungan dari aktivis/LSM dan Wartawan untuk bersama-sama mengungkap kejahatan pencabulan sesama jenis (homsex) yang diduga dilakukan oknum politisi PKS tersebut.

Sebab menurut AR (korban), masih ada beberapa siswa lain jadi korbannya pelaku, ungkap Riswansyah mengakhiri kepada Wartawan.

ZP (pelaku-red) sendiri kepada Wartawan di lantai II Caffe Kok Tong Jln Setia Budi Kota Pekanbaru mengaku jika apa yang dijelaskan korban dalam “Surat Kuasa” termasuk “Surat Pernyataan” yang disampaikan kepada LSM dan Wartawan tersebut, adalah benar.

“Iya. Yang ada di gambar atau foto itu benar photo Saya sendiri bersama AR. Saya mohon betul, ini masalah pribadi Saya. Jangan sampai masalah ini diberitakan media dan dilapor. Jika Saya kenak pecat dari kerja hanya gara-gara ini, maka anak-anak pesantren yang Saya asuh termasuk keluarga Saya tak ada yang memberi mereka makan, karena hanya Saya satu-satunya yang bekerja dan menanggung biaya makan mereka setiap hari, kata ZP. (**) 


comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Hati- Hati Minum Obat Tradisional, Ini lho Daftar 53 Obat Dan 18 Kosmetika Berbahaya Temuan BPOM
  • Monitor Pelaksanaan Vaksin, Dandim 0303/Bengkalis Ajak Warga Sukseskan Program Serbuan Vaksinasi
  • BAHAYA !! Krisis Energi Di Negara China Makin Kacau
  • Upaya Bangkit The Minions Membuahkan Hasil Bagi Tim Thomas Cup Indonesia
  • Laksanakan Patroli Karlahut Bersama, Sertu Susiawan Himbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • Babinsa Koramil 01/Bengkalis Hadiri Seleksi MTQ Di Desa Suka Maju
  • Kabur Dari Karantina, Setelah Pulang Dari Luar Negeri , Rachel Vennya Tuai Hujatan Publik
  • Lama tidak Keluar kamar, Pegawai Hotel Temukan Mayat di Leher Ada Bekas Luka.
  • Indonesia Kembali Bertemu Dengan Malaysia Dalam Piala Thomas Cup
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Senin, 13/03/2017 - 15:36:31 WIB
    Tepung Sagu Dapat Sembuhkan Sakit Maag...Ini Resep dan Cara Membuatnya
    Rabu, 03/10/2018 - 09:07:42 WIB
    Sandiaga Uno Berpendapat Ratna Sarumpaet Dalam Keadaan Diancam
    Selasa, 17/07/2018 - 20:42:25 WIB
    Arsene Wenger: Saya Menyesal Telah Mengorbankan Segala Yang Saya Lakukan
    Selasa, 24/07/2018 - 15:26:53 WIB
    Lionel Messi Gabung Inter Milan Susul Christiano Ronaldo Ke Seri A?
    Minggu, 22/03/2020 - 22:09:21 WIB
    WHO Tegaskan Chloroquine Obat COVID-19 Adalah Hoax
    Jumat, 12/10/2018 - 20:27:48 WIB
    Pengemudi Taksi Online Ini Buat Dinding Anti Begal
    Selasa, 06/12/2016 - 19:15:37 WIB
    Indonesia Istimewa
    Kapal Kargo Star 50 Buatan Indonesia Ini Menjadi Primadona Bagi Pasar Internasional
    Rabu, 18/08/2021 - 11:08:40 WIB
    The Minions Bakal Dipecah, Berikut Kandidat Terkuat Untuk Kevin Sanjaya
    Sabtu, 04/09/2021 - 17:24:27 WIB
    Bagus Kahfi Kembali Mengejutakan Media Asing Dengan Menbawa Kemenang Bagi Jong Utrecht
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 25/01/2017 - 00:37:58 WIB
    Inilah Nama 11 Raja Yang Pernah Bertahta di Kerajaan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Jumat, 05/07/2019 - 09:04:52 WIB
    Pemilik Akun Penghina Joko Widodo Telah Berkali Diiingatkan Suami Dan Teman
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved