Senin, 31/08/20
 
Pemkot Pekanbaru fokus Kembangkan Destinasi Wisata Okura, Bisa Petik Jambu Madu, Wisata Kurma Dan Menyusuri Sungai Ukai.

Len | Riau
Kamis, 02/09/2021 - 23:40:32 WIB
Pekanbaru,Riaueksis.com - Sejumlah destinasi wisata di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru semakin bergerliat. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini fokus mengembangkan sektor wisata dan manufaktur di lokasi itu. 

Suasana kampung Okura masih menggambarkan kehidupan masyarakat sehari-hari, penggunaan bahasa di sini masih bahasa melayu kuno. Adanya rumah panggung di desa ini menjadi ciri kehidupan kampung nelayan yang masih ada hingga sekarang. Kerajinan lidi, menjadi salah satu usaha ibu-ibu yang memiliki nilai ekonomi. Hal inilah yang menjadi daya tarik Okura, sehingga melalui Surat Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 333 Tahun 2021 Tanggal 22 Maret 2021 Menetapkan Okura sebagai Kampung Budaya Ramah Muslim Kota Pekanbaru.

Dengan luas wilayah 7.000 Ha terdiri dari 6 RW dan 19 RT dengan jumlah penduduk kurang lebih 2.326 jiwa. Kelurahan Tebing Tinggi Okura memiliki sejumlah destinasi wisata diantaranya, Taman bunga impian, Wisata Dakwah, Wisata Rumah Tua Tepi Sungai dan Wisata Susur Sungai Ukai.

Kemudian, objek wisata jambu madu deli, pengembangan wisata buah kurma, wisata air dangkal dengan memanfaatkan aliran sungai pengembang, dan wisata pertanian. 

Wali kota Pekanbaru Firdaus mengatakan, Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) di kawasan itu sedang dalam proses penyusunan. "Jadi kawasan ini dalam penyusunan RDTR dan susun pola ruangnya," kata Wali kota, Kamis (2/9/2021).

Wali kota menyebut, bahwa pembangunan kawasan Tebing Tinggi Okura hingga Danau Kayangan menjadi industri wisata dan manufaktur. Selain itu, juga ada pengembangan perumahan dan pemukiman bagi masyarakat.

"Jadi kita kembangkan potensi wisata di danau dan wisata budaya kawasan perkampungan Melayu Okura," jelasnya.

Kawasan itu nantinya disulap menjadi kampung budaya. Bisa juga menjadi lokasi tujuan pertukaran pemuda melayu sembari pengembangan wisata dan adat budaya. Penataan ini seiring dengan perencanaan dengan Industri Tenayan. Adanya penataan kawasan ini bakal jadi pedoman dalam pembangunan di masa mendatang.

Di dalam RDTR, Wali kota menyebut juga termaktub rencana jaringan jalan. RDTR yang disusun menyesuaikan dengan RTRW. Sehingga nantinya pembangunan berlangsung sesuai dengan aturan dan pedoman yang ada.

"Penyusuran RDTR ini bertujuan untuk memberi kepastian investasi. Pemerintah kota ingin memberi kepastian peruntukan wilayah kepada investor terkait status dari lahan yang ada," jelasnya.

Keunggulan Kampung Wisata Okura

Terpisah, Kabid Pengembangan Sumberdaya Pariwisata Dispar Riau, Ridho Adriansyah menuturkan, bahwa posisi Kelurahan Tebing Tinggi yang berada di ibukota Provinsi Riau memudahkan untuk didatangi oleh wisatawan, baik melalui udara, darat, dan sungai. Lokasi Okura dengan bandara Sultan Syarief Qasyim II dapat ditempuh  45 menit menggunakan roda dua atau roda empat.

"Sebelum ditetapkannya Okura sebagai Desa Wisata, kegiatan pariwisata belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Masyarakat hidup dari bertani, berternak dan menjadi nelayan menangkap ikan disungai. Seiring berjalannya waktu dimana keberadaan pariwisata mulai dirasakan manfaatnya," Ridho menuturkan. 

Adapun ragam atraksi wisata di destinasi ini yaitu Susur Sungai Ukai, Berkuda dan Memanah yang menjadi daya tarik wisata halal, Tarian Badeo Kayangan, Tari Zapin Pecah Dua Belas, Permainan Gasing. 

Sementara, pada acara-acara tertentu pengunjung bisa mencicipi ragam kuliner yang dihidangkan, seperti makanan Lemping sagu, Gobak Sagu, Asam pedas, Asam Buai, Dodah Ikan, Pekasam, Manisan Asam Kelubi, Hasidah, Cocang Terong Asam, Peyek Ikan Pantau, Bolu Kembojo, Ketupat Sambal Belacan. Untuk minuman ada Cendol Sagu, Sirup Mombang, Laksamana Mengamuk, Kepuon Sagu.

"Pokdarwis yang sudah terbentuk di Kampung Wisata Okura yaitu, Pokdarwis kampung wisata okura, Pokdarwis badeo kayangan, Pokdarwis wisata dakwah Okura, Pokdarwis taman bunga, Pokdarwis susur sungai ukai Ketua Asril, Pokdarwis Homestay, Pokdarwis budaya dan seni, Pokdarwis Kuliner Okura, Pokdarwis Agro Habibi, dan Pokdarwis wisata buah dan wisata air dangkal," jelasnya.         

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru maupun Dinas Pariwisata Provinsi Riau, pernah melibatkan Pokdarwis Okura dalam pelatihan dan pendidikan Sadar Wisata dan pelatihan-pelatihan lainnya. Bertujuan untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia bidang Pariwisata. 

Kampung wisata Okura mulai dikunjungi wisatawan mancanegara, pada bulan Oktober 2014 dengan menjadikan Kampung Wisata Okura sebagai tempat bertemunya ratusan tokoh budaya se-Asia Tenggara yang tergabung dalam DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam ). Berkumpulnya para budayawan tersebut untuk membahas berbagai persoalan yang terkait dengan budaya Melayu serta pagelaran seni serumpun. Kegiatan DMDI sudah dilaksanakan dua kali di Okura.

Perwakilan pemerintahan Malaysia pernah juga malaksanakan kegiatan study banding di sini. Dilakukan oleh Pengusaha Homestay Malaysia dan menginap di Homestay yang terdapat di Kampung Wisata Okura. 

Wisata Dakwah Okura (WDO) secara berkala menyelenggarakan lomba ketangkasan berkuda sejak tahun 2016, di ikuti peserta baik dari dalam maupun luar negeri, terakhir penyelenggaraan secara Internasional dilaksanakan tahun 2019 yaitu kegiatan Asia friendly Endurence Ride yang diikuti oleh atlit baik lokal maupun Internasional**



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Hati- Hati Minum Obat Tradisional, Ini lho Daftar 53 Obat Dan 18 Kosmetika Berbahaya Temuan BPOM
  • Monitor Pelaksanaan Vaksin, Dandim 0303/Bengkalis Ajak Warga Sukseskan Program Serbuan Vaksinasi
  • BAHAYA !! Krisis Energi Di Negara China Makin Kacau
  • Upaya Bangkit The Minions Membuahkan Hasil Bagi Tim Thomas Cup Indonesia
  • Laksanakan Patroli Karlahut Bersama, Sertu Susiawan Himbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • Babinsa Koramil 01/Bengkalis Hadiri Seleksi MTQ Di Desa Suka Maju
  • Kabur Dari Karantina, Setelah Pulang Dari Luar Negeri , Rachel Vennya Tuai Hujatan Publik
  • Lama tidak Keluar kamar, Pegawai Hotel Temukan Mayat di Leher Ada Bekas Luka.
  • Indonesia Kembali Bertemu Dengan Malaysia Dalam Piala Thomas Cup
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Senin, 13/03/2017 - 15:36:31 WIB
    Tepung Sagu Dapat Sembuhkan Sakit Maag...Ini Resep dan Cara Membuatnya
    Rabu, 03/10/2018 - 09:07:42 WIB
    Sandiaga Uno Berpendapat Ratna Sarumpaet Dalam Keadaan Diancam
    Selasa, 17/07/2018 - 20:42:25 WIB
    Arsene Wenger: Saya Menyesal Telah Mengorbankan Segala Yang Saya Lakukan
    Selasa, 24/07/2018 - 15:26:53 WIB
    Lionel Messi Gabung Inter Milan Susul Christiano Ronaldo Ke Seri A?
    Minggu, 22/03/2020 - 22:09:21 WIB
    WHO Tegaskan Chloroquine Obat COVID-19 Adalah Hoax
    Jumat, 12/10/2018 - 20:27:48 WIB
    Pengemudi Taksi Online Ini Buat Dinding Anti Begal
    Selasa, 06/12/2016 - 19:15:37 WIB
    Indonesia Istimewa
    Kapal Kargo Star 50 Buatan Indonesia Ini Menjadi Primadona Bagi Pasar Internasional
    Rabu, 18/08/2021 - 11:08:40 WIB
    The Minions Bakal Dipecah, Berikut Kandidat Terkuat Untuk Kevin Sanjaya
    Sabtu, 04/09/2021 - 17:24:27 WIB
    Bagus Kahfi Kembali Mengejutakan Media Asing Dengan Menbawa Kemenang Bagi Jong Utrecht
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 25/01/2017 - 00:37:58 WIB
    Inilah Nama 11 Raja Yang Pernah Bertahta di Kerajaan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Jumat, 05/07/2019 - 09:04:52 WIB
    Pemilik Akun Penghina Joko Widodo Telah Berkali Diiingatkan Suami Dan Teman
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved