Senin, 31/08/20
 
Wagubri : Tak Akan Beri Izin Baru untuk Kebun Sawit di Riau, dukung Inpres no 8 tahun 2018.

Len | Riau
Jumat, 16/07/2021 - 23:40:05 WIB
Pekanbaru,Riau eksis.com-  Pemprov Riau tidak akan mengeluarkan izin baru bagi pengusaha yang ingin membuka lahan perkebunan kelapa sawit di Riau. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution. Dia mengatakan hal itu dilakukan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Edy Natar menjelaskan hal ini Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018. Dimana mengatur soal penundaan dan evaluasi perizinan kebun kelapa sawit dan peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit.

"Kami berkomitmen mendukung inpres itu dengan tidak memberi izin rekomendasi atau izin usaha perkebunan. Termasuk penyiapan lahan," ujar Edy Natar Nasution dalam rapat koordinasi di Balai Serindit, Pekanbaru, Jumat (16/7/2021).

Edy berharap UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bisa memberi arah yang lebih jelas tentang perhutanan dan lahan. Terutama, katanya, untuk penyelesaian kasus terkait hutan yang sudah beralih menjadi kebun.

"Kita tentu memiliki harapan besar bahwa ke depannya akan memberikan arah yang lebih jelas dan koridor hukum yang tegas. Dalam hal ini penanganan kasus-kasus terutama terkait penyelesaian kasus hutan dan lahan," katanya.

Mantan Komandan Korem (Danrem) 031 Wirabima itu menyebut penundaan perizinan baru tak berlaku bagi perusahaan yang telah memiliki kebun dan usahanya belum diterbitkan.

"Penundaan izin usaha perkebunan itu hanya diberlakukan terhadap perizinan yang benar-benar merupakan izin baru. Jadi yang sudah untuk tetap bisa diproses perizinan induknya, sampai batas waktu 3 tahun sejak Undang-undang Cipta Kerja ini diberlakukan," jelasnya.

Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung mengaku sependapat dengan ucapan Edy Natar. Dia menilai Riau harus mendapat lebih dari perkebunan kelapa sawit seluas 4,170 juta hektare yang disebutnya terluas di Indonesia.

"Ini benar, jadi Riau jangan hanya numpang bengkaknya. Kalau masalah kawasan hutan sudah clear dengan lahirnya UUCK dan turunannya. Namun upaya bagi hasil ini harus merangkul semua stakeholder sawit di Riau, baik itu yang tergabung di Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau tidak," kata Gulat.

Dia menyebut 80,9 persen kebun sawit di Riau dikelola petani sawit perorangan, koperasi, atau kelompok tani. Menurutnya, korporasi mengelola 19,03 persen.

"Tetapi perlu dicatat, menurut data laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2020, di Riau itu 80,97 persen perkebunan sawit dikelola petani sawit, baik dalam bentuk koperasi, kelompok tani, atau perorangan. Hanya 19,0 persen yang dikelola oleh korporasi. Jadi akan lebih berpeluang jika bahu-membahu, Pemprov jangan berpikir sendiri," kata Gulat.**

Sumber : detik



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Hati- Hati Minum Obat Tradisional, Ini lho Daftar 53 Obat Dan 18 Kosmetika Berbahaya Temuan BPOM
  • Monitor Pelaksanaan Vaksin, Dandim 0303/Bengkalis Ajak Warga Sukseskan Program Serbuan Vaksinasi
  • BAHAYA !! Krisis Energi Di Negara China Makin Kacau
  • Upaya Bangkit The Minions Membuahkan Hasil Bagi Tim Thomas Cup Indonesia
  • Laksanakan Patroli Karlahut Bersama, Sertu Susiawan Himbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • Babinsa Koramil 01/Bengkalis Hadiri Seleksi MTQ Di Desa Suka Maju
  • Kabur Dari Karantina, Setelah Pulang Dari Luar Negeri , Rachel Vennya Tuai Hujatan Publik
  • Lama tidak Keluar kamar, Pegawai Hotel Temukan Mayat di Leher Ada Bekas Luka.
  • Indonesia Kembali Bertemu Dengan Malaysia Dalam Piala Thomas Cup
  •  
     
     
    Senin, 29/08/2016 - 19:36:49 WIB
    Rupanya Seperti Ini Cara Tes Keperawanan Calon Polwan, Duh Ngerinya..
    Senin, 13/03/2017 - 15:36:31 WIB
    Tepung Sagu Dapat Sembuhkan Sakit Maag...Ini Resep dan Cara Membuatnya
    Rabu, 03/10/2018 - 09:07:42 WIB
    Sandiaga Uno Berpendapat Ratna Sarumpaet Dalam Keadaan Diancam
    Selasa, 17/07/2018 - 20:42:25 WIB
    Arsene Wenger: Saya Menyesal Telah Mengorbankan Segala Yang Saya Lakukan
    Selasa, 24/07/2018 - 15:26:53 WIB
    Lionel Messi Gabung Inter Milan Susul Christiano Ronaldo Ke Seri A?
    Minggu, 22/03/2020 - 22:09:21 WIB
    WHO Tegaskan Chloroquine Obat COVID-19 Adalah Hoax
    Jumat, 12/10/2018 - 20:27:48 WIB
    Pengemudi Taksi Online Ini Buat Dinding Anti Begal
    Selasa, 06/12/2016 - 19:15:37 WIB
    Indonesia Istimewa
    Kapal Kargo Star 50 Buatan Indonesia Ini Menjadi Primadona Bagi Pasar Internasional
    Rabu, 18/08/2021 - 11:08:40 WIB
    The Minions Bakal Dipecah, Berikut Kandidat Terkuat Untuk Kevin Sanjaya
    Sabtu, 04/09/2021 - 17:24:27 WIB
    Bagus Kahfi Kembali Mengejutakan Media Asing Dengan Menbawa Kemenang Bagi Jong Utrecht
    Kamis, 04/01/2018 - 18:37:13 WIB
    Pertarungan Jumiati Melawan Harimau di Sebuah Perkebunan Sawit di Riau...Sebelum Tewas, Leher Belakangnya Dicengkeram, Setelah Itu Pahanya Dimakan
    Rabu, 25/01/2017 - 00:37:58 WIB
    Inilah Nama 11 Raja Yang Pernah Bertahta di Kerajaan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
    Rabu, 04/01/2017 - 13:09:56 WIB
    Malaysia dan Indonesia Berlomba Dalam Membuat Pesawat Tempur
    Jumat, 05/07/2019 - 09:04:52 WIB
    Pemilik Akun Penghina Joko Widodo Telah Berkali Diiingatkan Suami Dan Teman
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved