Senin, 31/08/20
 
untuk melewati perbatasan masyarakat Harus Tunjukkan Surat Tes Covid-19 di Posko penyekatan

Martalena | Riau
Minggu, 02/05/2021 - 19:51:10 WIB
Pekanbaru,Riaueksis.com- Pemerintah menetapkan larangan mudik ditahun ini. Posko penyekatan pun didirikan dengan tujuan mencegah penyebarannya Covid yang makin meresahkan. Hal demikian, juga dilaksanakan di Provinsi Riau.

Tim petugas TNI/Polri, Satpol PP, serta Dishub dan instansi lainnya melakukan penyekatan peniadaanya pra mudik dari tanggal 22 April hingga 5 Mei 2021. Dan petugas lakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas. Pengendara harus bisa memenuhi persyaratan yakni keterangan bebas Covid-19.


Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, pada pengetatan mudik pra, maka setiap yang diperiksa harus bisa menunjukkan surat hasil test PCR, atau rapid test antigen maksimal 1×24 jam atau hasil negatif genose C19 sebelum keberangkatannya.

Sedangkan di masa pengetatan pasca mudik yang berlangsung 18 Mei hingga 25 Mei 2021 harus bisa menunjukkan surat keterangan hasil negatif test PCR atau rapid antigen maksimal 3×24 jam atau hasil negatif genose C19 sebelum keberangkatan.

“Untuk masa peniadaan mudik tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Ini, sudah dilarang untuk mudik kecuali pada kategori yang dikecualikan. Yaitu pelaku perjalananya dinas negeri, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka atau meninggal, serta kepentingan persalinan ibu hamil,” ucap Sunarto, Jumat (30/4/21).

Lebih lanjut, dijelaskannya, kendaraan yang mendapatkan pengecualian pada masa pelarangan mudik, tentu sesuai Permenhub nomor 13 tahun 2021. Yaitu kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan dinas TNI/Polri, ambulance atau mobil jenazah, pelayanan distribusi logistik, pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan, mobil barang tanpa penumpang, kendaraan perjalanan dinas, kunjungan sakit atau duka dan persalinan serta kendaraan yang mengangkut pekerja imigran Indonesia.

Narto juga berpesan kepada seluruh warga masyarakat untuk menaati apa yang telah ditetapkan pemerintah. “Peraturan pelarangan atau peniadaan mudik ini bertujuan untuk mencegah, dan mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, masyarakat harus diselamatkan dari bahaya pandemi ini, oleh karenanya mari kita patuhi bersama,” tukasnya dilansir cakaplah.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Riau mendirikan 58 pos penyekatan di wilayah hukumnya. Langkah itu untuk membatasi moda transportasi larangan mudik Lebaran 2021 di Bumi Lancang Kuning sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. **



comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • PT. Indah Kiat, Arara Abadi Sinarmas Forestry Serahkan 400 Ribu Masker Untuk Masyarakat Riau
  • Pantau Aktifitas Warga, Pelda Suardi Terus Ingatkan Taati Protokol Kesehatan
  • Kembali...Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ajak Warga Patroli Pantau Wilayah Rawan Karlahut
  • Aniaya Imam Masjid Baitul Arsy Pekanbaru, Pelaku DA Miliki Riwayat Penyakit Jiwa
  • Patroli Karlahut Bersama MPA, Babinsa Koramil 09/Minas Himbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • Koramil 07/BB Bersama Tim Gabungan Sekat Mudik Lebaran Di Perbatasan Kabupaten
  • Gubri Tinjau Pos Penyekatan, Larangan Mudik di Perbatasan Sumbar-Riau.
  • Larang Mudik Hari Pertama, Bandara SSK II Pekanbaru Hanya Layani Satu Kali Penerbangan
  • Koramil 11/Pwk Kandis Rapat Bersama Tim Bahas Percepat Penanggulangan Covid 19
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved