Senin, 31/08/20
 
Bayi 8 Bulan Penderita Bocor Jantung Butuh Bantuan 

Martalena | Riau
Rabu, 12/02/2020 - 22:14:04 WIB
PEKANBARU, Riaueksis - Kasus bayi dengan bocor jantung (penyakit jantung bawaan lahir) kembali ditemukan di Kota Pekanbaru, tepatnya di jalan Kasah, gang Selempayo, No. 134, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau. Bayi tersebut bernama Kaina Dinara Seprianto (8 bulan), anak dari Ferdi Seprianto (25) dan Rina Anggraini (25) saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru, lantaran muntah darah akibat penyakit yang dideritanya. 

Kaina divonis menderita bocor jantung sejak usianya menginjak 3 bulan. Penyakit ini diketahui setelah kedua orang tuanya curiga dengan pembengkakan di dada anak pertama mereka tersebut.

“Kita tahu (bocor jantung) setelah ada bengkak dibagian dada, kemudian kita periksa ke Puskesmas, lalu dari Puskesmas dirujuk ke RS Eka Hospital, dan divonis menderita jantung bocor,” jelas Ferdi, ayah Kaina didampingi istri kepada awak media di RSUD AA Pekanbaru.

Dari lahir hingga memasuki bulan ketiga, Ferdi mengaku tidak mengetahui dan melihat hal aneh yang ada pada anak perempuannya tersebut. 

"Dari lahir sampai bulan ketiga tidak ada yang aneh, cuma di bagian dadanya ada sedikit bengkak. Kan kita orang desa, jadi ya kita anggap itu hal biasa," ungkapnya.

Setelah beberapa kerabat dan tetangga melihat kondisi itu, Kaina disarankan agar dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa.

Setelah diperiksa, pasangan suami istri itu sontak kaget mendengar hal yang tidak pernah sama sekali diketahui terjadi pada anaknya. 

"Saya untuk penyakit bocor jantung saja tidak pernah dengar, tapi sekarang menimpa anak saya," ucapnya lirih.

Kaina sudah sempat diperiksa dan menjalani pengobatan sebanyak tiga kali di RS Eka Hospital Pekanbaru. Kini bocah 8 bulan itu disarankan untuk dirujuk ke RS Haparan Kita di Jakarta.

"Kaina harus dioperasi di Jakarta. Tapi, jangankan untuk mengobatinya ke Jakarta, untuk hidup saja kami pas-pasan, karena itu kami masih belum tahu harus bagaimana,” kata guru honorer di suatu sekolah swasta di Pekanbaru tersebut.

Menurut cerita sang ayah, Kaina baru bisa dioperasi kalau sudah ada dana lebih kurang Rp. 200 juta. Saat ini, Kaina tidak bisa menikmati waktu layaknya teman sebaya dia, karena penyakit yang dideranya. 

"Untuk itu, kami memohon bantuan kepada para dermawan agar bisa membantu kesembuhan Kaina, karena keterangan dari dokter prosentase kesembuhan sangat besar tapi harus menjalani operasi. Namun, kalau tidak di operasi secepatnya Kaina tidak bisa ditolong lagi, lantaran kondisi kesehatannya semakin memburuk," katanya.

Kepada para donatur yang ingin membantu bisa menghubungi nomor +62 852-7818-9849  Ferdi Seprianto (ayah kandung Kaina).(rls)




comments powered by Disqus


Berita Lainnya :
 
  • Dua Babinsa Koramil 04/Mandau Disiplinkan Warga Protokol Kesehatan di Tempat Keramaian
  • Koramil 09/Minas Berasama Tim Gabungan Laksanakan Operasi Penangana Covid 19 di Kel. Minas Jaya
  • Jaga Keamanan Wilayah Selama Tahapan Pemilukada, Babinsa Koramil 08/Merbau Rutin Berpatroli
  • Babinsa Koramil 11/Pwk Kandis Rutin Berpatroli Wilayah Binaannya Pantau Titik Rawan Karalahut
  • Disiplinkan Protokol Kesehatan di Pasar Langkat, Koramil 07/Bukit Batu Bersama Tim Tiga Pelanggar Diberi Teguran Tertulis
  • Patroli Di OVN CPI Kandis Rutin Dilaksanakan Babinsa Koramil 11/Pwk Kandis
  • Dua Babinsa 11/Pwk Kandis Bersama Polri dan Satpol PP Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan
  • Babinsa Koramil 09/Minas Terus Dukung Belajar Daring Dengan Membagi Internet Gratis Ke Pelajar Kurang Mampu
  • Babinsa Koramil 08/Merbau Lakukan Penegakan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional
  •  
     
     
     
     
    Copyright © 2014-2016
    PT. Surya Cahaya Indonesia,
    All Rights Reserved